132 Desa Terima Bantuan Dana Gadis

11
Foto Idrus - Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona saat menyerahkan bantuan program Gerakan Desa Ikut Sejahtera secara simbolis.
GEDONGTATAAN – Dari 144 desa se-Kabupaten Pesawaran, sebanyak 132 desa mendapatkan bantuan keuangan melalui program Gerakan Desa Ikut Sejahtera (GADIS). Bantuan Gadis tersebut direalisasikan dalam kurun 3 tahun terakhir.

“Penyerahan bantuan keuangan Gerakan Desa Ikut Sejahtera sudah memasuki tahun ketiga. Diawali sejak 2017 untuk 44 desa, pada 2018 sebanyak 44 desa dan pada 2019 ini juga untuk 44 desa. Sehingga dari 144 desa penerima tersisa 12 desa lagi dan insya Allah akan diprogramkan pada tahun 2020,” ujar Kepala Dinas PMD Pesawaran,  M.Zuriadi saat penyerahan bantuan program Gadis di aula pemda, Senin (16/9)

Dikatakan, salah satu tujuan diberikan bantuan Gadis yakni untuk memberikan pemahaman kepada desa penerima tentang esensi program Gadis. Pemantapan program Gadis agar berjalan dengan peraturan yang berlaku. “Sehingga tercapai tujuan program untuk kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

BACA :  Dinas PMD Pertimbangkan Pencairan DD Pahawang

Sementara Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan bahwa bantuan keuangan Gadis senilai Rp 100 juta setiap desa merupakan satu-satunya di Provinsi Lampung. Dikarenakan Kabupaten Pesawaran melalui APBD menstimulan desa melalui Gadis agar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) lebih maju lagi. “Untuk program desa terang, tolong lampu-lampu yang ada didesa yang masih menggunakan mercuri diganti dengan LED,” imbuhnya.

Menurut Dendi, program Gadis memang direalisasikan secara estafet. Hal itu dimaksudkan agar setiap desa berkompetisi agar semakin memajukan BUMDes mereka. Karena bantuan Gadis diperuntukan bagi BUMDes. 

BACA :  Bupati Instruksikan Inspektorat Bekerja Sesuai Tupoksi
 
“Tolong perkuat dan pastikan tujuan bisnis yang dikelola oleh BUMDes,” katanya.

Lebih jauh Dendi menambahkan, selain terdapat beberapa desa yang BUMDesnya berhasil dan beprestasi. Namun ada juga beberapa daerah yang pengelolaan BUMDesnya kurang baik.

 
 “Saya sedikit kecewa karena ada beberapa BUMdes tidak berjalan dengan baik. Hal itu dikarenakan manajemen BUMdesnya kurang baik. Makanya saya tegur kepala desa dan SDM yang mengelola BUMDesnya. Tolong program ini tidak hanya Gadis. Kedepan kita sudah siapkan program Bujang (Badan Usaha Jejama Berkembang). Tentunya ada kriteria bagi calon penerima bantuan Bujang, karena bantuan ini berkali lipat dari Gadis,” tandasnya. (Rus)
 
BAGIKAN