14 Pengkab Mosi Ketua KONI Lamsel

985
Ilustrasi

KALIANDA – Kisruh internal melanda Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lampung Selatan. 14 Pengurus Kabupaten (Pengkab) olahraga memosi tidak percaya atas kepemimpinan Ketua KONI Lamsel H. Nivolin, CH, S.E.,M.Si.
Mosi itu telah dituangkan dalam surat pernyataan yang dilayangkan ke KONI Lampung. Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, 14 Pengkab Olahraga yang membubuhkan tanda tangan mosi tidak percaya itu antara lain PELTI, PGSI, PRSI, FORKI, PJSI, IPSI, PSTI, PASI, PERBASI, PERKEMI, PSSI, TI dan PBSI.
Mereka menilai Nivolin tidak cakap dalam memimpin KONI Lamsel. Tidak adanya jiwa leadership, akuntabilitas dan kurangnya transparasi menjadi pemicu mosi dilakukan. Minimnya koordinasi dengan pengurus KONI Lamsel maupun leading sektoral antar SKPD juga disebut membuat perjalanan managemen KONI menjadi stagnan. Bahkan, rapat harian pun tak pernah digelar.
Wakil Sekretaris KONI Lamsel Zakaria membenarkan adanya mosi tidak percaya itu. Sebagai pengurus, Zakaria mengaku telah mengirimkan surat pernyataan mosi itu ke KONI Lampung. “Kan suratnya ditujukan ke KONI Lamsel. Kami mengakomodasi permintaan dari pengcab. Lalu, kami teruskan ke KONI Provinsi,” kata Zakaria yang ditemui Radar Lamsel di Kalianda, kemarin.
Selain memosi tidak percaya kepemimpinan Nivolin, Zakaria membenarkan 14 pengcab meminta agar Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) segera digelar.
Apakah bisa digelar Musorkablub dalam waktu dekat? Dinyata seperti itu, Zakaria mengamininya. Menurut dia, Musorkablub bisa saja digelar apabila diperlukan. Dalam AD-ART KONI, pasal 30 ayat dua menyebutkan bahwa 2/3 dari pengcab yang ada bisa mengusulkan Musorkablub.
“Jika melihat yang mengusulkan ini sudah mewakili 2/3 dari 20 pengcab yang ada. Namun, kami masih menunggu koordinasi dengan KONI Provinsi Lampung,” ungkapnya.
Senin (18/4) kemarin, empat orang pengurus KONI Provinsi Lampung menggelar pertemua tertutup dengan Bupati Lamsel Dr. H. Zainudin Hasan, M.Hum. Mereka diantaranya adalah Wakil Ketua I Hanibal, SH, MH, Wakil Sekretaris Umum Drs. Subeno, Kabid Organisasi AKBP (Purn) HM. Harahap serta Bagian Humas Herman Afrigal.
Saat dikonfirmasi, Wakil Ketua I KONI Lampung Hanibal, S.H.,M.H mengungkapkan pertemuannya dengan Bupati Lamsel bukan membahas soal Musorkablub di Lamsel. “Kami hanya berkoordinasi dengan Bupati Lamsel karena masih baru,”kata dia kepada Radar Lamsel.
Menurutnya, kedepan akan banyak even-even yang dibutuhkan campur tangan atau dukungan dari kabupaten/kota. Terlebih, Lamsel merupakan juara umum dalam ajang Porprov yang digelar, belum lama ini.
“Kita akan menghadapi PON, Porprov dan masih banyak lagi. Tentu saja, atlet dari provinsi Lampung adalah atlet-atlet dari kabupaten/kota. Kalau koordinasi kita kurang, kita akan kesulitan untuk menghadapi ajang-ajang tersebut,”lanjutnya.
Namun demikian, pihaknya tidak membantah jika telah menerima surat mosi tidak percaya dari kepengurusan KONI Lamsel. Dia meminta agar KONI Lamsel bisa segera menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Coba dibicarakan dan diskusikan. Cari jalan yang terbaik untuk penyelasaian permasalahan ini. Kalau toh memang harus menggelar Musorkablub, itu yang bisa menggelar pengurus di kabupaten/kota. Kami hanya bisa mengamini jalan yang terbaik,”tutupnya.
Sementara itu, Ketua KONI Lamsel Nivolin. CH belum bisa dimintai keterangan terkait permasalahan ini. Dihubungi melalui sambungan teleponnya dalam kondisi tidak aktif. (idh)

BACA :  7 Hari, 7 Kebakaran, 1 Korban Jiwa
BAGIKAN