15 Kapal Ketinting untuk Korban Tsunami Diserahkan Hari Ini

15
Kepala Dinas Perikanan Dr. Meizar Malanesia

KALIANDA – Sebanyak15 unit kapal nelayan jenis ketinting dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) bakal disalurkan kepada nelayan yang menjadi korban tsunami di wilayah Lampung Selatan. Bantuan tersebut bakal diserahkan langsung Plt Bupati Lamsel H. Nanang Ermanto di TPI Dermaga Bom Kalianda, Selasa (15/10) besok (hari ini’red).

          Kepala Dinas Perikanan Lampung Selatan DR. Meizar Malanesia menegaskan, 15 unit kapal bantuan untuk para korban tsunami ini diperoleh dari hasil koordinasi yang intens dilakukan dengan pemerintah pusat. Meskipun jumlah yang diperoleh belum sebanding dengan data yang diajukan, namun pihaknya bakal terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

          “Memang yang kita ajukan ratusan kapal untuk korban tsunami. Dengan kategori rusak berat, sedang dan ringan. Bantuan dari KKP sebanyak 15 unit ini wajib kita syukuri. Karena, kalau tidak terus kita tanyakan mustahil bisa memperoleh dengan jumlah segitu. Karena, dari pusatnya memang sangat terbatas,” ungkap Meizar dikantornya, Senin (14/10) kemarin.

BACA :  Pede Modal Selly Sabet Emas di PON 2020

          Dia menjelaskan, 15 unit kapal dengan kapasitas mesin 3GT ini bakal diperuntukan bagi para nelayan yang memang sangat membutuhkan. Sebab, sebelumnya dalam kurun waktu dua bulan terakhir pihaknya telah melakukan survey ke lapangan untuk memastikan bantuan kapal tersebut tepat sasaran.

          “Jadi, yang berhak memperoleh kapal ini adalah mereka yang benar-benar aktifitasnya lumpuh pasca peristiwa tsunami. Dan memang setelah diverifikasi kapal mereka hancur porak-poranda dan bangkainya pun tidak diketemukan. Ada juga yang sampai kehilangan nyawa anggota keluarganya dalam bencana itu. Nah, itu kategori nelayan yang lebih dulu kita bantu dan dinyatakan layak,” terangnya.

BACA :  Disparbud Aktifkan Fungsi TIC Tahun Depan

Meski demikian, pihaknya tetap bakal mengupayakan bantuan kapal bagi para korban tsunami lainnya. Bahkan, beberapa diantaranya telah memperoleh bantuan serupa dari pihak swasta tanpa sepengetahuan dari Dinas Perikanan.

“Itu juga menjadi catatan kita sebagai pemerintah. Kami tidak melarang pihak manapun yang ingin membantu. Tapi, supaya tepat sasaran dan lebih merata diharapkan ada laporan ke kami. Sudak ada sekitar 70 lebih kapal bantuan dari swasta berdasarkan hasil pantauan tim kita di lapangan,” lanjutnya.

Masih kata Meizar, dalam waktu dekat dikabarkan bantuan serupa juga bakal turun dari pemerintah pusat. “Semoga dari data pengajuan kita kemarin segera terealisasi. Karena, dalam hal ini anggaran bantuan bencana dari BNPB. Tapi, KKP tetap ikut memikirkan nasib para nelayan,” pungkasnya. (idh)

BAGIKAN