27 Anak di Desa Pancasila Idap Stunting

16
Kemas Yogi - Camat Natar Eko Irawan saat memberikan uang pembinaan kepada ibu-ibu yang memiliki anak pengidap stunting. Uang sendiri bersumber dari Dana Desa (DD), Senin (5/8).

NATAR – Angka penderita stunting di Desa Pancasila mencengangkan. Medio 2018 lalu Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesai mendata 27 anak terpapar mengalami hambatan tinggi badan dengan anak seusianya.

Praktis, Dinas Kesehatan Lampung Selatan (Lamsel) langsung menjadikan itu sebagai atensi. Sebab stunting merupakan dampak dari buruknya asupan gizi yang diterima oleh balita. 

Camat Natar Eko Irawan membenarkan data tersebut, tetapi pihaknya hanya bisa menghimbau dan mengajak masyarakat untuk ikut memperhatikan tetangganya sebab stunting terjadi salah satu penyebabnya adalah gizi buruk. “Memang benar (27 anak idap stunting), tetapi data tahun ini hanya ada 12 anak. Artinya sudah ada penurunan,” ungkapnya kepada Radar Lamsel, Senin (5/8). 

BACA :  SMAN 1 Natar Ajak Lima Sekolah Penuhi 8 Standar

Ia berharap, Pemerintah Desa Pancasila dan para kader posyandu harus peka terhadap lingkungan sebab stunting bisa menimpa siapa saja. “Ya mangkanya kader posyadu kami minta untuk tanggap, kades juga harus proaktif mengajak warganya untuk menerapkan pola hidup sehat,” tuturnya.

BACA :  Ribuan Warga Hajimena Ikuti Jalan Sehat

Mantan Camat Sidomulyo ini menilai peran tetangga juga sangat besar terhadap kesehatan para generasi penerus bangsa. “Mangkanya pesan pak Bupati (Nanang ermanto) itu gotong royong, bukan hanya soal kebersihan tetapi persoalan lainnya termasuk urusan makan tetangga,” kata dia.

Ia berharap, semua desa menjadikan persoalan stunting sebagai isu yang serius sebab jika sudah terkena stunting maka akan sulit untuk disembuhkan. “Obatnya gak ada sih, salah satu caranya adalah merubah pola hidup,” pungkasnya. (Kms)

BAGIKAN