40 Hektar Padi di Palas Dipastikan Puso

161
David Zulkarnain – Inilah kondisi tanggul penangkis yang berada di Desa Sukaraja, Kecamatan Palas yang jebol dihantam luapan Sungai Way Pisang pada Jumat (15/2) pekan lalu, mengakibatkan 40 hektar tanaman padi mengalami puso, Senin (18/2).

PALAS – Jebolnya tanggul penangkis Sungai Way Pisang di Desa Sukaraja, Kecamatan Palas pada Jumat (15/2) pekan lalu kembali membuat petani harus menelan kerugian.

          Sebelumnya, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penyuluh Pertanian Kecamatan Palas menyatakan dampak dari jembolnya tanggul penangkis Sungai Way Pisang itu mengakibatkan 305 hektar di tujuh desa terendam banjir.

          Tujuh desa tersebut antara lain,  Desa Sukabakti, Sukamulya, Sukaraja, Pematangbaru, Bangunan, Palasaji dan Palaspasemah. Dari total 305 hektar tanaman padi terdampak banjir, seluas 40 hektar dinyatakan puso atau gagal panen.

          Kepala UPT Penyuluh Pertanian Kecamatan Palas Agus Santosa mengatakan, seluas 40 hektar tanaman padi di empat desa mengalami puso. Keempat yakni Desa Sukaraja 5 hektar, Sukamulya 10 hektar, Pematangbaru 15 hektar dan Desa Sukabakti seluas 10 hektar.

BACA :  LKS Bina Sejahtera Bina Penyandang Disabilitas

“Jebolnya tanggul penangkis mengakibatkan 40 hektar tanaman padi usia 10 – 20 hari dinyatakan puso. Kerugian yang dialami petani ditaksir mencapai Rp 2 – 3 juta per hektar,” kata Agus Santosa kepada Radar Lamsel, Senin (18/2).

Selain itu,  dampak bajir tersebut juga menyebabkan tanaman padi seluas 275 hekar mengalami kerusakan ringan hingga berat. Agus menyebutkan, hujan deras yang terjadi pada Jumat pekan lalu juga menyebabkan 45 hektar tanaman padi di Desa Rejomulyo dan Baliagung ikut terendam bajir.

BACA :  Diduga Pungli, Pokmas Rejomulyo Dilaporkan ke Polisi

“Total tanaman padi yang terdampak banjir seluas 350 hektar, 40 hektar dinyatakan puso. Sementara sisanya mengalami kerusakan ringan hingga berat,” sambung Agus.

Terpisah, Kepala UPT  Pengkajian Konstruksi dan Bangunan Kecamatan Palas Selamet menjelaskan, tiga hari paska jebolnya tanggul penangkis belum terlihat ada perbaikan dari Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung.

Selamet menyebutkan, dampak luapan Sungai Way Pisang menjebol tanggul sepanjang 10 meter dengan ketinggian 3 meter.

“Kamis sudah memberikan laporan. Balai Besar juga sudah melakukan pemantauan. Namun kami belum tahu kapan tanggul akan diperbaiki oleh Balai Besar,” Ujar Slamet. (vid)

BAGIKAN