45 Anggota DPRD Pesawaran Masa Bhakti 2019-2024 Resmi Dilantik

15
Ketua Pengadilan Negeri Pesawaran Damenta Alexander saat menyematkan pin DPRD secara simbolis kepada M. Nasir sebagai tanda telah dilantiknya para anggota DPRD masa jabatan 2019-2024.
GEDONGTATAAN – Sebanyak 45 anggota DPRD Pesawaran masa bhakti 2019-2024 mengikuti Sidang Paripurna Istimewa pengucapan sumpah janji. Dimana kegiatan yang dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri Pesawaran Damenta Alexander ini turut dihadiri langsung oleh Bupati Dendi Ramadhona dan Wakil Bupati Eriawan.

Ketua DPRD Pesawaran, M. Nasir saat memimpin sidang paripurna tersebut menyampaikan bahwa anggota DPRD periode 2014-2019 yang telah mengakhiri jabatan dan pengabdiannya telah melaksanakan tugas dan kewajiban seoptimal mungkin dalam menampung aspirasi masyarakat. Apalagi, Sejak pelaksanaan otonomi daerah, banyak perubahan dan perkembangan yang terjadi pada lembaga pemerintah. Baik pusat maupun daerah, dengan berorientasi pada tata pemerintahan yang baik. Maka DPRD berusaha berbuat profesional dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

“Bahkan, sejak awal masa jabatan, para anggota DPRD telah melaksanakan berbagai agenda, mulai dari rapat internal maupun dengan SKPD, dialog interaktif dengan eksekutif, dialog komunikatif dengan kelompok masyarakat atau unsur masyarakat, kunjungan kerja serta reses untuk menampung aspirasi masyarakat,” ujar Nasir, Selasa (20/8).

Menurut Nasir, selama menjabat lima tahun sebelumnya, ia bersama seluruh anggota DPRD telah melaksanakam berbagai agenda yang menjadi tugas pokok DPRD. Hasilnya, selama menjabat disebutkan mereka telah menghasilkan berbagai keputusan yang dinilai mempengaruhi percepatan pembangunan kedepan.

Keputusan tersebut diantaranya 107 keputusan, meliputi persetujuan peraturan daerah sebanyak 82 peraturan, termasuk peraturan daerah hasil inisiatif DPRD sebanyak 19 peraturan. Selain itu, persetujuan Ranperda sebanyak 6 keputusan serta keputusan pimpinan DPRD yang telah dilaksanakan sebanyak 75 keputusan. Adapun kegiatan berupa rapat- rapat yakni rapat Banmus sebanyak 120 kali, Banang 144 kali, rapat Badan Kehormatan DPRD 32 kali, serta rapat panitia khusus (Pansus) sebanyak 65 kali.

BACA :  Siap Berganti Tantangan, Antoni Imam Daftar di PAN

Nasir juga menjelaskan, bahwa selama mengemban jabatan sejak 2014 sampai 2019, anggota DPRD juga sudah menunjukan kinerja maksimal untuk membahas tentang kondisi dan rencana pembangunan melalui komisi. Untuk rapat komisi, Komisi 1 sebanyak 350 kali rapat, komisi II sebanyak 345 kali, komisi III sebanyak 382 kali rapat, dan komisi IV sebanyak 364 kali.

Dengan demikian, lanjut Nasir, pihaknya menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi pada Pemilu 2019 serta kepada para anggota legislatif 2014-2019 dalam menyerap aspirasi warga dan menjalankan tugas. “Termasuk terima kasih kepada penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu,” ucapnya.

Selain itu, ia juga mengucapkan terima kasih kepada bupati dan wakil bupati yang telah membantu upaya menciptakan suasana kondusif, sehingga Pemilu berjalan damai, aman dan sukses. “Termasuk, semua pihak yang telah bekerja secara maksimal sehingga acara pengucapan sumpah dan janji pada hari ini berjalan tertib dan lancar,” tandasnya.

BACA :  Gerindra Koalisi PDIP? Ozi : Siap dan Sangat Mungkin

Diketahui, untuk saat ini berdasarkan usulan dari partai pemenang Pemilu legislatif di Kabupaten Pesawaram, yakni PDIP dan PAN, M. Nasir ditetapkan sebagai ketua DPRD Pesawaran sementara dan Wakilnya adalah Paisaludin dari Partai Amanat Nasional untuk selanjutnya menyusun dan mempersiapkan formatur Alat Kelengkapan Dewan (AKD).

Sementara itu, Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona mengingatkan kepada 45 anggota DPRD Pesawaran yang baru saja diambil sumpah jabatan masa bakti 2019-2024 agar dapat komitmen dengan sumpah janji yang diucapkan dan setiap anggota DPRD Kabupaten/Kota diminta berpihak kepada rakyat melalui pembangunan daerah. “Seorang anggota DPRD harus menguasai dan memahami berbagai permasalahan daerah, untuk dapat mewujudkan harapan rakyat sebab ini bukan merupakan perkara yang mudah,” jelasnya.

Penguasaan masalah ini, lanjut Dendi harus dimiliki oleh seorang anggota DPRD, sebagai modal membahas segala persoalan terutama berkaitan dengan rencana pembangunan. “Sehingga ketika mereka berhadapan dengan pihak eksekutif membahas berbagai masalah pembangunan, jalan keluar dapat digagas secara bersama. Sebagai mitra sejajar eksekutif harus memahami dan mampu menawarkan solusi cerdas terhadap setiap permasalahan yang dihadapi nantinya,” tandasnya. (Adv)

BAGIKAN