78 KK Korban ‘Dahlia’ Terima Bantuan Tunai

398

KATIBUNG – Sebanyak 78 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak siklon tropis dahlia pada 30 November lalu, menerima bantuan tunai yang disalurkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamsel, Selasa (12/12) sore kemarin.

Informasi yang dihimpun wartawan koran ini bantuan tersebut dibagi menjadi tiga kategori, untuk 14 KK yang rumahnya rusak berat mendapat Rp 1.500.000,-, kemudian sisanya rusak ringan atau sedang sebanyak 64 KK mendapat bantuan Rp 500.000,-.

Sekretaris BPBD Lamsel Firdaus  mengatakan kerugian material yang dialami warga akibat badai ‘Dahlia’ mencapai miliaran rupiah. Namun, bantuan yang berasal dari dana tanggap darurat yang digelontorkan jumlahnya Rp58 juta untuk wilayah Kecamatan Katibung dan Rajabasa.

“Dana yang kami salurkan ini bukan bersifat ganti rugi, hanya meringankan beban warga yang terdampak siklon tropis dahlia. Ini pun baru dapat dibagikan pada hari ini, karena pencairan dana tanggap darurat ada prosedurnya,” kata dia dihadapan para pengungsi yang memadadi Balai Desa Rangai Tri Tunggal, kemarin.

Sementara Kasi Tanggap Darurat BPBD Lamsel Slamet Wahyudi SE. Menuturkan selama bencana terjadi BPBD Lamsel terus memantau perkembangan yang terjadi. Termasuk dalam hal pendataan rumah rusak yang menimpa belasan warga Rangai Barat.

BACA :  Natar Agung Jadi Komoditi Jelang Pilkada

“Kami berkoordinasi dengan RT dan Kadus dalam pendataan kerugian materil. Kemudian dari data tersebut bantuan tanggap darurat ini kami salurkan, sifatnya bukan ganti rugi hanya untuk meringankan saja,” ucapnya.

Masih kata Slamet, bantuan tunai yang diberikan itu berupa uang tunai dan beberapa perlengkapan untuk anak sekolah. Namun begitu kata dia, bila diartikan secara nominal barang tentu bantuan itu tidak seutuhnya menutupi kerugian warga.

“Maka kami tekankan, Pemkab hanya membantu bukan mengganti rugi. Karena ini bersifat musibah, mudah-mudahan apa yang telah diberikan bermanfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.

Sementara Kepala Desa Rangai Tri Tunggal Sofyan menuturkan warga desa yang terdampak badai dahlia masih sudah menerima bantuan dari Pemkab. “Semua sudah kami data dan menerima bantuan sesuai kategori,” sebut dia.

Ditempat yang sama Camat Katibung Sabilal menjelaskan upaya Pemkab dan pemerintah kecamatan untuk meringankan beban korban pengungsian setidaknya membuahkan hasil. Maka kata dia, masyarakat seyogyanya menerima dengan baik bantuan tersebut. “Meski tidak besar jumlahnya namun dapat membantu kesulitan mereka (pengungsi ‘red),” sebut dia.

Disisi lain penyerahan bantuan itu menuai kontra dari sebagian korban. Herman (45) salah satunya, dikatakan bantuan tersebut tidak sesuai harapan mereka (korban yang rumahnya hancur ‘red).

BACA :  PKS Diserbu Bakal Calon

“Harapan kami perhatian Pemkab seharusnya fokus pada korban yang kehilangan tempat tinggal saja. Sebab banyak dari warga yang rumahnya tidak rusak justru mendapat bantuan tanggap darurat,” ungkapnya.

Herman melanjutkan perhatian yang dimaksudnya paling tidak, 14 KK yang kehilangan tempat tinggal mendapat hunian sementara dari Pemkab. “Kami bukan nggak bersyukur tetapi ada kecemburuan dengan situasi seperti ini. Soalnya ada yang rumahnya tidak apa-apa tapi menerima bantuan, harus dievaluasi lagi,” ucap ayah satu orang anak yang kehilangan sluruh harta bendanya ini.

Sebelumnya, Kepala BPKAD Lamsel Dra. Intji Indriati menjelaskan, dana tanggap darurat yang diperuntukan bagi para korban badai ‘Dahlia’ di dua kecamatan jumlahnya mencapai Rp58 jutaan. Masing-masing KK memperoleh bantuan sesuai dengan kerusakan yang mereka alami dengan jumlah nilai bantuan paling tinggi Rp1,5 juta dan yang terendah Rp500 ribu.

“Kami menyalurkan bantuan ini bukan tanpa dasar. Selain ada aturannya, juga ada tim penilai yang menghitung nominal bantuan yang akan diberikan oleh pemerintah,” pungkasnya melalui sambungan telepon. (ver)

BAGIKAN