8 Dubes pun Berdecak Kagum

868

Puncak Festival Kalianda 2018

KALIANDA – Festival Kalianda 2018 rampung dihelat. Puncak perayaannya yang digelar di Stadion Raden Intan, Kota Kalianda, Sabtu (5/5/2018) pun berlangsung meriah.

Padahal sejumlah elemen sempat khawatir penyelenggaraan even tahunan ini jauh dari ekspektasi. Namun, ajang pawai budaya dengan sekelumit atraksinya mampu membius siapa saja yang datang kesana.

Bahkan, tarian bedana ketipung yang ditampilkan oleh 3.500 pelajar Lampung Selatan itu mampu membuat decak kagum 8 Duta Besar (Dubes) Negara sahabat yang juga hadir dalam gelaran tahunan bertema “The Real Of Krakatau” itu.

Delapan Dubes itu adalah HE Mr. Ahmed Bin Jassim Mohammed Ali Al-Hamer dari Qatar, Mr. Quadia Benadellah dari Kerajaan Maroko, Mr. Walid Al Hadid dari Kerajaan Yordania, Mayor Jendral Mr. Azmal Kabir dari Bangladesh, Mr. Slobodan Marinkovic dari Serbia,  Mr. Irakly Ashshvily dari Georgia, Mt. Mourad Belhasen dari Tunisia, dan Mr. Vabian Valdiviesco dari Ekuador.

Bupati Lampung Selatan H. Zainudin Hasan dalam sambutannya juga menyampaikan rasa bangga sekaligus bahagia melihat ribuan peserta Festival Kalianda tampil memukau dihadapan para duta besar dan tamu undangan lainnya yang hadiri dalam acara tersebut.

Zainudin berharap, kegiatan yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Duisparbud) Lamsel ini dapat membangkitkan gairah adat dan kebudayaan yang ada dikabupaten gerbang krakatau ini. “Saya berharap Festival Kalianda yang baru pertama kali diselenggarakan di ibukota Lampung Selatan ini, mampu mengangakat harkat dan derajat masyarakat adat. Khususnya adat 6 Marga dan seluruh adat nusantara yang ada di Kabupaten Lampung Selatan,” kata Zainudin.

BACA :  Anniv ke-3, Salai Tabuan Adakan Kegiatan Sosial

Menurutnya, selain sebagai wahana hiburan bagi masyarakat, dia berharap event tahunan itu bisa membuat nama Lampung Selatan dikenal diberbagai penjuru dunia. Dengan kehadiran para delegasi dari berbagai negara diacara tersebut, diharapkan bisa memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat di Provinsi Lampung, khususnya di Kabupaten Lampung Selatan.

“Acara ini kita harapakan bisa membuka mata para delegasi negara-negara sahabat yang ada. Insya Allah ini akan membawa kabar gembira mendatangkan investor untuk berinvestasi dibidang pariwisata, perkebunan, pertanian, kelauatan, peternakan, termasuk industri perdagangan. Sehingga akan memberikan stimulan bagi pertumbuhan ekonomi di waktu yang akan datang,” terang Zainudin.

Sementara, perwakilan Dubes 8 negara, HE Mr. Ahmed Bin Jassim Mohammed Ali Al-Hamer dari Qatar mengaku kagum dengan kekayaan dan keberagaman adat budaya yang ada di Lampung Selatan. Ia pun menyampaikan apresiasinya atas keberhasilan Lampung Selatan menjaga kesenian rakyat, dan kedamaian ditengah perbedaan agama, serta suku dan budaya.

“Setelah saya melihat banyaknya seni, suku, dan budaya yang ditampilkan tadi, saya yakin Lampung Selatan bisa meningkatkan pariwisata yang kemudian menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat di sini (Lamsel, red),” ucapnya.

BACA :  Keruk Drainase Jadi Solusi

Dia juga memberikan saran untuk Pemerintah Provinsi Lampung, khususnya Pemkab Lamsel agar ke depan bisa melakukan nota kesepahaman (memorandum of understanding) dengan maskapai penerbangan di Qatar.

“Ini tujuannya,  untuk memudahkan masyarakat Qatar yang ingin berkujung ke Lampung secara langsung masuk ke Bandar Udara Radin Inten Lampung Selatan, begitupun sebaliknya,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Plt. Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Lampung Taufik Hidayat mewakili Penjabat sementara (Pjs.) Gubernur Lampung Didik Suprayino mengatakan, gelar adat budaya Saibatin Way Handak, Karnaval Budaya Nusantara dan Pagelaran Tari Bedana yang ditampilkan di acara puncak Festival Kalianda Tahun 2018  ini diyakini mampu menjadi daya tarik dunia kepariwisataan di Lampung.

“Pembangunan bidang pariwisata adalah salah satu sektor prioritas Pemerintah Provinsi Lampung. Karena Pemprov menyadari sepenuhnya bahwa multiplier effect dari sektor ini akan mampu menggeliatkan perekonomian yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Taufik Hidayat.

Menurutnya, gelaran adat budaya Saibatin Way Handak di Kabupaten Lampung Selatan memang pantas dijadikan sebagai percontohan bagi kabupaten lain dalam upaya pelestarian adat dan kebudayaan Lampung. “Ini untuk membuktikan bahwa masyarakat Lampung tidak kehilangan identitasnya, meskipun saat ini telah terjadi kemajuan pembangunan dan peradaban manusia yang begitu pesat,” katanya. (iwn)

BAGIKAN