Ada 165 Rumah Terdampak Banjir di Kecamatan Bakauheni

189
Randi Pratama – Beginilah kondisi bagian rumah warga yang jebol akibat diterjang banjir di Dusun Pegantungan, Desa Bakauheni.

BAKAUHENI – Pemerintah Kecamatan Bakauheni telah selesai mendata rumah yang terdampak banjir di Desa Bakauheni dan Desa Kelawi. Total keseluruhan, ada 165 rumah di Desa Bakauheni yang terkena banjir beberapa waktu lalu, rinciannya di Dusun Kenyayan 110 rumah, dan Dusun Pegantungan sebanyak 40 rumah.

          Jumlah rumah yang terdampak banjir di Desa Bakauheni ini bertambah sebanyak 27 digit. Sebab, data sementara sehari sebelumnya menyebutkan ada 123 unit rumah yang terdampak banjir. Rinciannya di Dusun Kenyayan 84 unit, dan Dusun Pegantungan 39 unit.

          Sementara itu, rumah yang terdampak banjir di Desa Kelawi, tepatnya di Dusun Way Baka hanya berjumlah 15 unit. Selain rumah, ada juga fasilitas yang terdampak banjir, yaitu jalan, dan fasilitas umum lainnya. Pemerintah Kecamatan Bakauheni juga masih menghitung jumlah kerugian yang disebabkan oleh banjir tersebut.

          Camat Bakauheni, Zaidan, S.E mengatakan bahwa pihaknya akan menyampaikan data tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Tetapi, data yang disampaikan hanya sebatas jumlah rumah yang terdampak.

          “Kalau (kerugian) itu nanti, kan mau di data dulu semuanya. Kami juga belum menerima semua laporan kerugian dari pihak desa, jadi kami harus menunggu,” ucap Zaidan saat dikonfirmasi Radar Lamsel, Kamis (24/1) kemarin.

          Selain menghimpun jumlah pendataan, Zaidan mengatakan bahwa pihaknya juga tengah memantau proses normalisasi sungai di Dusun Pegantungan, Desa Bakauheni. Menurut Zaidan, normalisasi sungai tersebut harus dilakukan dengan tepat. Jika tidak, maka bencana banjir akan kembali menjadi ancaman bagi warga setempat.

“Sekarang lagi proses, alat berat sudah bekerja. Seperti yang dikatakan bapak Bupati (Nanang Ermanto), yang dibutuhkan masyarakat adalah normalisasi sungai. Jika hal itu tidak dilakukan, maka bencana serupa akan terjadi lagi,” katanya. (rnd)

BAGIKAN