Ajak Bunga Mencari Genjer, Ayah Ini Tega Nodai Anak Tirinya

1073
ILUSTRASI

radarlamsel.com, WAYSULAN –┬áBiadab, inilah kata yang pantas disematkan kepada Dedi (30). Sebab, warga Desa Mekarsari, Kecamatan Waysulan ini tega menodai anak tirinya Bunga (9), bukan nama sebenarnya. Kini Dedi sudah ditahan pihak kepolisian akibat perbuatanya.

Menurut keterangan Bunga, peristiwa itu terjadi didekat bendungan area pesawahan desa setempat sekitar pukul 17.00 WIB, Rabu (6/6/2018) pekan lalu.

Saat itu, Bunga sedang bermain di dalam rumah. Tak lama berselang, Dedi datang dan mengajak Bunga pergi ke sawah untuk mengambil genjer. Usai mengambil genjer, kemudian Bunga diajak ke bendungan dengan alasan mencari kangkung untuk dimasak. “Sudah dicari, tapi tidak ketemu,” katanya kepada Radar Lamsel saat ditemui di rumah sakit Bob Bazar Kalianda, Senin (11/6/2018).

Tak menemukan yang dicari, Dedi pun mengajak Bunga ke kebun sawit. Di sini, Bunga mengaku diajak Dedi ke semak-semak. “Sampai di sana, aku disuruh buka celana. Bapak marah, maksa. Eh buka itu, saya takut, jadi saya buka. Bapak juga buka,” katanya.

Setelah itu, Dedi meminta bunga melakukan adegan tak senonoh.┬áSetelah melampiaskan nafsunya, Dedi mengancam akan membunuh Bunga jika ia memberi tahu ibunya. Kemudian Dedi langsung membawa Bunga pulang ke rumah. Malam harinya, Bunga merasakan sakit saat buang air kecil di bagian kemluannya, namun bunga tidak membuka mulut dan tetap menahan, dan akhirnya pingsan. “Aku pingsan, terus dibawa ibu ke orang pintar,” katanya.

Jumroh (34) ibu Bunga menceritakan, setelah pingsan Bunga dibawa ke orang pintar. Namun orang pintar itu meminta Jumroh agar membawa Bunga berobat ke dokter. Sabtu (7/6) Jumroh membawa Bunga ke puskesmas Kecamatan Merbau Mataram.

Disini, petugas medis memgetahui gejala apa yang menyebabkan Bunga merasakan sakit dibagian intimnya. “Setelah diperiksa, ketahuan. Saya langsung kapor ke pak kades, nyari bapaknya yang sudah kabur,” katanya.

Usai melapor ke aparat desa, Jumroh membawa Bunga ke rumah sakit Bob Bazar. “Malam minggunya bapaknya ditangkap polisi,” jelasnya.

Selama dua hari menjalani perawatan, kondisi Bunga kian membaik. Mereka mengaku sudah dapat bantuaan dari kecamatan, desa, guru sekolah, dan Dinas Perlindungan Anak.

Jumroh berharap, pemerintah juga bisa ikut prihatin terhadap kondisi yang mereka alami. “Lebaran, kondisi kami seperti ini, saya sedih,” katanya.

Meski begitu, Bunga mengaku tetap semangat dan berniat melanjutkan sekolah. “Masih mau sekolah, supaya jadi orang pintar,” kata bunga.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Lamsel AKP. Efendi, S.IK mengatakan pelaku sudah ditangkap oleh petugas. “Sudah diamankan,” singkatnya. (rnd)

BAGIKAN