Ajak Nelayan Awasi Orang Asing Ilegal

462
Istimewa For Radar Lamsel – DPD Aliansi Indonesia Provinsi Lampung bersama Kesbangpolinmas Lamsel menggelar dialog pengawasan orang asing bersama masyarakat nelayan di Balai Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Jum’at (19/5) pekan lalu.

KALIANDA – Badan Kesatuan Bangsa Politik dan Linmas (Kesbangpolinmas) Kabupaten Lampung Selatan bersama DPD Aliansi Indonesia Provinsi Lampung terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan pengawasan masuknya orang asing ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Salah satu langkah yang dilakukan Kesbangpolinmas dan Aliansi Indonesia, adalah dengan menggelar dialog dengan masyarakat nelayan yang tinggal di Kabupaten Lamsel untuk ikut mengawasi masuknya orang asing tanpa dokumen yang lengkap dari jalur laut.

Seperti dialog yang digelar di Balai Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Jum’at (19/5) pekan lalu. Ratusan nelayan lokal antusias mengikuti dialog sebagai pembekalan untuk melakukan pengawasan terhadap orang asing ke wilayah Kabupaten Khagom Mufakat ini.

Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris DPD Aliansi Indonesia Provinsi Lampung Destrihadi, Kabid Politik dan Kewaspadaan Nasional Kesbangpolinmas Lukman Hakim, Kasubsi Sistekinfo Wasdakim Kantor Imigrasi Kelas III Kalianda Rio Achadar, A.Md., dan Ketua STIH Muhammadiyah Kaliianda Subagio, SH., MH.

BACA :  Pasar Inpres Kalianda Lolos Uji Tera

Sekretaris Aliansi Indonesia Destrihadi mengungkapkan, fenomena masuknya orang asing secara ilegal ke Indonesia sebagai suatu kegiatan penyelundupan manusia perlu diwaspadai. Maka, dia berharap para masyarakat khususnya nelayan bisa ikut membantu dalam melakukan pengawasan.

“Negera Indonesia belum memiliki legislasi khusus yang mengatur tindak pidana penyelundupan manusia. Meskipun mungkin Indonesia bukanlah negara tujuan akhir dan hanya sebagai negara transit. Namun harus kita sadari dengan masuknya orang asing memiliki potensi menimbulkan kerentanan dan kerawanan bagi munculnya kejahatan seperti pencucian uang, perdagangan orang, narkoba dan bahkan terorisme. Maka, kami harap masyarakat bisa memberikan informasi kepada pemerintah jika menemukan hal ini,”papar Destrihadi dalam kegiatan tersebut.

BACA :  Belum Ada Pengajuan Izin SUTET

Tujuan dialog pengawasan orang asing ini, imbuhnya, adalah agar dapat membuka pemahaman tentang permasalahan keimigrasian. Khususnya, keberadaan orang asing diwilayah Kecamatan Bakauheni yang menjadi salah satu jalur yang perlu diwaspadai.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan sinergitas dan kerjasama aparat dan masyarakat dalam pengawasan orang asing yang berada di Kabupaten Lamsel. Selain Bakauheni, wilayah Kecamatan Rajabasa juga akan kita lakukan kehgiatan yang sama dalam waktu dekat,”terangnya.

Sementara itu, Kabid Politik dan Kewaspadaan Nasional Lukman Hakim menegaskan, masuknya orang asing ilegal dapat membawa dampak globalisasi. Seperti halnya, masuknya ideologi trans-nasional yang bisa mengganggu ketentraman hidup masyarakat negara-negara berkembang.

“Termasuk membawa dampak buruk bagidemokratisasi, HAM dan bisa menyuburkan individualisme yang bertentangan dengan prinsip-prinsip kebersamaan, kekeluargaan dan kemapanan sosial yang ada pada dalam diri budaya lokal,”terang Lukman. (idh)

BAGIKAN