Aktivitas Lelang Ikan di TPI Kalianda Belum Stabil

183
Ketua TPI Kalianda Cik Tin

Ikannya Kosong, Nelayan Libur Melaut

KALIANDA – Minimnya pasokan ikan hasil tangkapan nelayan diwilayah pesisir Kalianda dan sekitarnya, menyebabkan hasil transaksi jual-beli ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Dermaga Bom Kalianda merosot tajam.

          Selain disebabkan cuaca angin kencang disertai gelombang tinggi minimnya pasokan ikan di TPI Dermag Bom itu juga dikarenakan masih sepinya nelayan yang melaut.

          “Pelelangan lagi sepi sekarang dek karena pasokan ikannya sedikit. Sejak dari kejadian tsunami lalu, sampai hari ini transaksi lelang ikan di TPI Kalianda belum begitu normal. Ya kadang ada kadang kosong ikan yang dilelang,” ujar Ketua TPI Kalianda Cik Tin Mukhsin, kepada Radar Lamsel, Minggu (10/2).

BACA :  Peserta Membludak, Sekolah Hanya Siapkan 10 Kelas

          Ciktin menuturkan, nelayan Kalianda maupun nelayan dari luar Kalianda yang biasa berlabuh di dermaga bom, pascatsunami hingga saat ini masih banyak menganggur dan belum melaut karena kondisi cuaca yang ekstrem berupa gelombang tinggi.

          “Ada juga yang perahunya belum diperbaiki karena rusak dihantam gelombang tsunami waktu itu. Maka wajar saja kalau sekarang ini harga ikan dipasaran mahal, karena ikannya langi kosong,” terangnya.

          Diungkapkannya, jenis ikan yang mengalami kenaikan harga dipasaran sekarang ini seperti ikan selar dan ikan kurisi. Padahal menurutnya, kedua jenis ikan itu jika pada waktu normal harganya sangat murah, terlebih dijual melalui sistem lelang. “Biasanya ikan selar dalam satu tumpuknya dihargai sekitar Rp280 ribu, sekarang naik menjadi Rp400 ribu. Lalu ikan kurisi biasanya hanya Rp185 ribu, sekarang naik menjadi Rp350 ribu satu tumpuknya,” ungkap wanita berjilbab yang murah senyum ini.

BACA :  Warga Maja dan Pauh Tanjung Iman Bersihkan Bahu Jalan Provinsi

          Selain gelombang tinggi, lanjut Cik Tin, cuaca yang tidak menentu berupa angin kencang dan hujan juga menyebabkan nelayan masih urung untuk melaut. “Sekarang ini banyak nelayan aktivitasnya  hanya melakukan perbaikan kapal dan perahunya yang mengalami kerusakan akibat diterjang tsunami waktu itu,” pungkasnya. (iwn)

BAGIKAN