Aliran ‘Diam’ PDAM Tirta Jasa

114
ILUSTRASI

KALIANDA – Keluhan pelanggan PDAM Tirta Jasa Kabupaten Lampung Selatan masih mengalir deras. Tak hanya soal realisasi perbaikan yang masih mampet. Melainkan keluhan konsumer itu juga belum di-cover oleh BUMD kabupaten ini.

Meski aliran air PDAM kepada sejumlah pelanggannya tak mengalir secara rutin, namun para pelanggan masih tetap di charge bayar bulanan secara rutin.

          Ahmat (25), warga lingkungan Jati, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, mengatakan bahwa aliran air di kediamannya keluar sangat sedikit. Kondisi seperti itu telah dialami selama beberapa bulan. Tapi Ahmat tak bisa berbuat banyak. Ia hanya bisa mengadukan hal tersebut kepada pihak PDAM Tirta Jasa.

          “Tapi nyatanya aliran air masih sedikit. Sudah berbulan-bulan kondisinya begitu, sampai-sampai kami bosan mengadu,” katanya kepada Radar Lamsel, Selasa (16/7) kemarin.

BACA :  Pandu Ngantre Rekom Balonwabup PKB

          Karena kondisinya seperti itu, Ahmat dan warga lingkungan setempat pun mencari alternatif lain ketika aliran air dari PDAM Tirta Jasa sedang mampet. Misalnya mencari suplai air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, tak hanya PDAM Tirta Jasa saja yang mencari solusi mengenai kondisi itu, tetapi konsumen juga.

          “Kalau minta suplai air pasti PDAM kirim. Tapi itu tidak cukup. Kami bayar untuk aliran air, bukan supali air. Lihat saja janji PDAM yang mau memperbaiki saluran air, mana, tidak ada realisasinya,” katanya.

Alfin (32), konsumen lainnya, mengancam akan mencabut meteran air. Ini dilakukan setelah perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan itu tak kunjung merealisasikan perbaikan saluran air yang selama ini menjadi keluhan konsumen.

BACA :  Polisi Sikat 6 Pelaku Curat Dari Penengahan dan Ketapang

“Sejak saluran air mampet beberapa waktu lalu, sampai sekarang PDAM hanya mengecek saja. Belum ada tanda-tanda atau gerakan untuk memperbaiki,” katanya.

Konsumen juga menganggap PDAM hanya membual dan tak konsisten dengan janji perbaikan yang diutarakan saat itu. Sebagai konsumen, Alif mengaku aga terus menunggu dan menagih janji perbaikan dari PDAM. Dia menegaskan jika sampai akhir bulan PDAM tak kunjung memperbaiki, maka Ia akan memutus meteran air. Menurutnya, langkah itu merupakan hal yang tepat karena selama ini PDAM terkesan menunda-nunda perbaikan.

          Hingga berita ini tayang, pihak PDAM Tirta Jasa enggan menanggapi keluhan para konsumennya. Ketika ditanya mengenai realisasi perbaikan saluran air yang telah dijanjikan sebelumnya, Direktur PDAM Tirta Jasa, Taufik, tak menjawab pertanyaan wartawan koran ini. (rnd)

BAGIKAN