Amankan 32 Tersangka dan 47 Barang Bukti

118

KALIANDA – Jajaran Kepolisian Resor Lampung Selatan (Polres Lamsel) berhasil meringkus pelaku kejahatan sebanyak 32 orang dari 18 kasus selama operasi Cempaka Krakatau 2018. Mereka adalah pelaku dari kasus kejahatan jalanan curat, curas dan curanmor (C3), perjudian dan premanisme.

Dari 32 tersangka yang diamankan oleh beberapa Kepolisian Sektor (Polsek) ini, kasus perjudian mendominasi tersangka sebanyak 17 orang, kemudian kejahatan curat, curas dan curanmor sebanyak 9 orang, dan premanisme sebanyak 6 orang.

Sementara itu, jumlah laporan yang paling mendominasi ada dalam kasus kejahatan curat, curas dan curanmor dengan 8 laporan. Sedangkan premanisme dan pencurian sama-sama memiliki 5 laporan.

BACA :  Ingat!, BUMDes Tak Boleh Jadi e-warung BPNT

Dalam operasi yang berlangsung selama dua pekan ini, jajaran Polres Lamsel juga turut mengamankan sejumlah barang bukti sebanyak 47 buah yang terdiri dari sepeda motor, alat judi, senjata tajam, kunci leter T, telepon genggam dan uang tunai sebanyak Rp 3.329.000,-.

Kapolres Lampung Selatan, AKBP. M Syarhan, S.I.K mengungkapkan, puluhan tersangka dan barang bukti yang diamankan dalam operasi Cempaka Krakatau merupakan hasil kerja beberapa Kepolisian Sektor (Polsek) jajaran Polres Lampung Selatan.

“Ini semua hasil kerja dari 12 Polsek, kini seluruh tersangka dan barang bukti sudah kami amankan di Mapolres,” kata Syarhan ketika memberikan keterangan kepada wartawan saat press release di halaman Mapolres setempat, Selasa (6/11).

BACA :  Dua OPD Bolos Pembahasan RAPBD

Syarhan mengatakan, operasi Cempaka Krakatau 2018 yang dilaksanakan sejak 16 – 29 Oktober ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan terhadap masyarakat dari tindak kejahatan yang kerap dilakukan oleh para tersangka.

Mantan Kapolres Pesawaran ini melanjutkan, operasi ini juga sebagai upaya untuk mengajak masyarakat dalam menjaga situasi agar terus kondusif menjelang perayaan Natal dan tahun baru mendatang.

“Kami mengajak masyarakat bekerja sama menjaga keamanan dan ketertiban. Kami ingin masyarakat mentaati aturan yang berlaku agar perayaan Natal dan tahun baru bisa berjalan dengan kondusif,” katanya. (rnd)

BAGIKAN