Anak Krakatau Erupsi Lagi!

92
Ilustrasi GAK

Kolom Abunya Mencapai 300 Meter

RAJABASA – Gunung Anak Krakatau (GAK) erupsi lagi. Erupsi yang terjadi sekitar pukul 05.51 WIB, Rabu (18/9/2019) ini cukup tinggi. Kolom abu mencapai ketinggian 300 meter di atas puncak. Abu vulkanik warna kelabu itu berintensitas tebal. Berdasarkan pengamatan, abu itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 3 mm, dengan durasi -+ 1 menit yang berlari ke arah utara.

          Kepala Pos Pemantau Gunung Anak Krakatau Hargopancoran, Kecamatan Rajabasa, Andi Suwardi, membenarkan jika GAK mengalami erupsi dengan kolom abu yang tinggi. Meski demikian, masyarakat tidak perlu khawatir akan dampak abu tersebut karena tidak membahayakan.

BACA :  Kompak Menolak, Modus Workhsop Batal

          “Erupsinya hanya di sekitar tubuh GAK-nya saja,” katanya saat dikonfirmasi Radar Lamsel.

Laporan aktivitas gunung api periode 17 September 2019, mulai pukul 00.00-21.00 WIB dari PVBMG menyebutkan ketinggian Gunung Anak Kakatau masih menyentuh angka 157 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dari pantauan meteorologi, cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah timur laut dan barat.

Suhu udara 23-30.2°C, kelembaban udara 78-90 %, dan tekanan udara 0-0 mmHg. Secara visual, gunung kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Dari visual cctv, kawah teramati asap putih tipis dengan tinggi lk 25-100 meter dari dasar kawah.

BACA :  Kompak Menolak, Modus Workhsop Batal

Ombak laut di sekitar GAK cukup tenang. Status kegempaan GAK mengalami tremor menerus (Microtremor). Terekam dengan amplitudo 1- 12 mm (dominan 2 mm). Dari laporan tersebut, tak ada lagi keterangan yang menyangkut tentang kondisi GAK.

“Untuk keterangan lain masih nihil. Sementara itu laporan dari VAR. Laporan selanjutnya akan diperbarui besok (hari ini),” katanya.

Kesimpulannya, tingkat aktivitas GAK masih berada di level II atau waspada. Pos pemantau GAK mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak mendekati kawah dalam radius 2 kilometer dari kawah. (rnd)

BAGIKAN