Ariyantoni Libatkan Aparat dan Warga Desa Bekerja Bersama

463

Gencarkan Pembangunan di Dusun Terpencil

PENENGAHAN – Pemerintah Desa Penengahan terus berupaya memajukan setiap wilayah di desanya. Ini dibuktikan dengan gencarnya pembangunan yang merata dilakukan setiap tahun di seluruh dusun. Tahun ini, anggaran Dana Desa (DD) Penengahan telah menyentuh tiga dusun, yakni dusun 2, 3 dan 6.

Kepala Desa Penengahan Ariyantoni memantau proses pengerjaan jalan rabat beton di Dusun PKS, desa setempat.

Kepala Desa Penengahan Ariyantoni mengatakan, tahun ini pihaknya masih memprioritaskan pembangunan jalan rabat beton dan drainase. Di dusun 3, jalan rabat beton dibangun dengan panjang 168 meter. Kemudian di dusun 2, pihaknya membangun jalan rabat beton yang memiliki panjang sekitar 400 meter.

Kepala Desa Penengahan Ariyantoni mengecek hasil pengerjaan jalan rabat beton yang dibangun di Dusun PKS.

“Disusul dengan drainase sepanjang 84 meter. Pembangunan drainase ini bisa dikatakan sepaket dengan jalan rabat beton, karena saling berdampingan. Jalan beton untuk akses warga, dan drainase untuk aliran air agar tak terhambat,” katanya.

Aparat desa dan warga dusun PKS tengah sibuk meratakan permukaan jalan rabat beton yang dikerjakan di Dusun PKS.

Di wilayah terpencil, tepatnya di dusun 6 atau dusun PKS (Persatuan Keluarga Sulawesi), pembangunan jalan rabat beton masih dalam proses pengerjaan. Menurut Ariyantoni, jalan rabat beton yang sedang dibangun di dusun ini akan memiliki panjang sekitar 500 meter.

Hasil pengerjaan jalan rabat beton di dusun 2, Desa Penengahan.

Ariyantoni mengatakan, dalam setiap tahunnya, pemerintah desa setempat selalu mengutamakan pembangunan di dusun terpencil yang dilakukan secara berkelanjutan. “Jika tahun lalu Dusun Gunungbotol, kali ini diutamakan di Dusun PKS,” katanya.

Kepala Desa Penengahan Ariyantoni (tengah) mendampingi Camat Penengahan M. Yusuf, S.STP (kiri) saat meninjau hasil pengerjaan jalan rabat beton.

Dia mengatakan, pembangunan di Dusun PKS terbilang ekstem. Agara bisa mengatasi masalah itu, Ariyantoni meminta aparatnya terlibat membantu warga Dusun Induk, Gunungbotol, dan PKS untuk bekerja bersama membangun desa.

Menurut dia, aparat desa harus turun tangan membantu warga yang bekerja, karena akses di dusun ini tak bisa dilalui kendaaraan tangki yang menyuplai air untuk pembangunan rabat beton di dusun itu.

“Jadi kami sepakat semuanya ikut, saya, sekdes, kaur, kadus, RT dan juga warga. Semuanya terlibat dalam pengerjaan ini, kami harus bahu-membahu supaya pembangunan di dusun ini bisa terlaksana. Sehingga warga di dusun terpencil juga ikut mersakan dampak dari pembangunan yang sudah dilakukan,” katanya. (rnd)

BAGIKAN