AUPT Tanggulangi Gagal Panen

753
ILUSTRASI

PALAS – Pemerintah pusat meluncurkan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) kepada para petani. Program tersebut untuk menanggulangi resiko gagal panen akibat serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), bencana banjir dan kekeringan yang berdampak kerugaian dan menurunnya hasil produksi.
Kini, program tersebut mulai di sosialisasikan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) dan Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Palas dan Sragi.
Kepala UPT Dinas PTPH Kecamatan Sragi Rusdi mengatakan, sosialisasi AUPT untuk sementara baru diberikan kepada satu gabungan kelompok tani (Gapoktan). Dia mengaku, kegiatan tersebut akan dilakukan secara bertahap hingga selesai. “Sementara ini baru satu Gapoktan Mitra Mandiri dan perwakilan Poktan di Desa Sukapura. Kami akan melakukan secara bertahap, diperkirakan akhir bulan Maret tahun ini sudah selesai,”kata Rusdi, Jumat (26/2).
Lebihlanjut Rusdi menjelaskan, progaram pemerintah pusat tersebut merupakan angin segar bagi para petani. Sebab, petani akan dilindungi dan mampu menanggulangi resiko gagal panen akibat serangan OPT, bencana banjir dan kekeringan yang melanda pertanaman padi sawah mereka. “Program ini cukup baik agar petani tidak merugi akibat bencana seperti kekeringan, banjir dan serangan hama,” tambah Rusdi.
Kepala UPT Dinas PTPH Kecamatan Palas Ujuk Kusnadi, S.P menambahkan, pihaknya dibantu BP3K akan melakukan verifikasi data para petani diwilayahnya. “Kami akan membantu petani untuk verifikasi data agar nanti cara penyaluran polish dapat berjalan dengan benar dan baik,” kata Ujuk Kusnadi.
Sementara Ketua Gapoktan Karya Rejo, Desa Rejomulyo, Kecamatan Palas Kodir mengaku senang dengan adanya program pemerintah pusat itu. Menurutnya, adanya program asuransi AUPT ini, dia dan Poktan lainnya tidak merasa khawatir lagi ketika melakukan tanam padi.
“Kami bersukur dengan adanya progaram AUTP dari pemerintah pusat ini. Saya dan kawan-kawan tidak merasa khawatir lagi saat melakukan tanam padi disawah. Karena bisa menanggulangi resiko kerugian gagal panen, akibat, serangan OPT, bencana banjir dan kekeringan yang melanda padi kami,” ujar Kodir.(CW2).

BACA :  Pandu Ngantre Rekom Balonwabup PKB
BAGIKAN