Awas!, Broker Sembako Mulai Beraksi

321

Telur dan Daging Ayam Mulai Merangkak Naik

KALIANDA – Menjelang bulan ramadhan, harga kebutuhan bahan pokok disejumlah pasar merangkak naik. Sementara ini baru telur dan daging ayam yang mengalami kenaikan harga mencapai Rp 5.000 perkilogram.

Peran broker atau pelaku jual beli yang mencari komisi dengan pedagang disinyalir mempengaruhi kenaikan harga dipasaran. Mengatasi hal tersebut, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lamsel tengah merancang pasar murah dan operasi pasar.

Kepala Disperindag Lamsel Qorinilwan Niti Jaman tak menampik bahwa ada situasi dimana broker kerap memanfaatkan momentum. Utamanya menjelang bulan ramadhan yang hampir semua barang mengalami kenaikan.

“ Kalau kelangkaan kami pastikan tidak terjadi. Tetapi persoalannya memang ada pihak-pihak yang berupaya meraup keuntungan lebih menjelang ramadhan ini. Saat ini misalnya, telur dan daging ayam merangkak naik,” kata dia saat dimintai tanggapan oleh Radar Lamsel, Senin (14/5) kemarin.

Apabila kenaikan harga mulai tak terkendali, maka kata dia, Disperindag bakal menggelar operasi pasar. Disamping itu wacana pasar murah di 17 kecamatan se-Lamsel otomatis berjalan sesuai skema.

“ Kalau mamang kenaikan harga sudah gila-gilaan maka operasi pasar kami lakukan. Tetapi kalau kenaikan tidak signifikan dan terbilang stabil, cukup dengan gelaran pasar murah sebagai solusinya,” sebut dia.

Lebih lanjut Qorinilwan mengatakan pihaknya cukup kesulitan dengan sepak terjang broker. Pasalnya, kedekatan broker dengan pedagang amat mempengaruhi stabilitas harga.

“ Kalau si pedagang sudah klop dengan si broker, mereka (pedagang ‘red) biasanya tak mau beralih. Maka UPT Pasar ditiap kecamatan harus jeli dan cermat untuk mengawasi harga dipasaran,” terangnya.

Dibilangan pasar Sidomulyo, harga daging ayam semula Rp 30.000,- kini bertengger diangka Rp 35.000,- dan telur ayam yang semula 19.000 menjadi Rp 25.000,-.

Kepala UPT Pasar Sidomulyo Agus Roni mengatakan kenaikan dua item tersebut terjadi sejak dua hari terakhir. Sama seperti Kadisperindag, ia memastikan tak ada kelangkaan dipasaran. “ Kalau langka sih tidak, tapi memang naik dikisaran Rp 5.000,-,” imbuhnya.

Dikalangan pedagang, kenaikan semacam ini kerap terjadi menjelang bulan ramadhan. Itu sebabnya mayoritas pedagang sipasar Sidomulyo sudah tak heran lagi dengan kebiasaan ini.

“ Biasa mas kalau sudah dekat bulan puasa mesti naik, sementara ini harga beras masih normal tidak mengalami kenaikan harga. Hanya telur dan daging ayam saja yang naik,” ujar Sundari (45) pedagang sembako dipasar Sidomulyo. (ver)

BAGIKAN