Baru 5 Tahun, KTH-HHBK Dapat Penghargaan dari Kemenhut

813
Nyoman Subagio - Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Hutan, Dinas Kehutanan Lamsel M. Jahro memberikan sambutan pada peresmian Pos Penyuluh Kehutanan Pedesaan (Posluhutdes) di kelompok tani hutan peternakan Lebah An-Nahl di Desa Pematangpasir, Kecamatan Ketapang.

KETAPANG – Berdiri sejak tahun 2010 silam, peternak lebah yang dikelola usaha Kelompok Tani Hutan (KTH) An-Nahl di Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang mulai membuahkan hasil.
Meski baru berdiri lima tahun, namun kelompok KTH An-Nahl ini sudah mendapatkan penghargaan dari Kementerian Kehutanan (Kemenhut) sebagai KTH yang memanfaatkan hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang layak dan terverifikasi.
“Dari ratusan KTH yang mengembangkan budidaya perlebahan se Indonesia, hanya 20 KTH yang layak dan terverifikasi. Satu diantaranya adalah kelompok An-Nahl,” kata ketua KTH Peternakan Lebah An-Nahl R. Mulyono disela-sela peresmian Pos Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (Posluhhutdes) di Desa Pematangpasir, Kecamatan Ketapang, kemarin.
Terkait Posluhhutdes, Mulyono menjelaskan, terwujudnya pembangunan gedung Posluhutdes ini berawal dari bantuan anggaran Kementerian Kehutanan tahun 2015 sebesar Rp 20juta dan Rp 12,5 juta diantaranya untuk pembangunan fisik.
“Posluhutdes ini dibangun untuk kepentingan kelompok tani perlebahan. Bisa juga digunakan kelompok tani lainnya untuk kegiatan pelatihan atau penyuluhan,” terang ketua KTH perlebahan An-Nahl ini.
Sementara kepala bidang (Kabid) Perlindungan dan Konservasi Hutan, Dinas Kehutanan Lamsel M. Jahro mengungkapkan, kelompok tani An-Nahl yang mengembangkan HHBK berupa budidaya lebah madu dengan Dinas Kehutanan (Dishut) secara intensif melakukan pembinaan dalam pengembangan lebah madu melalui sosialisasi, pelatihan, bantuan alat, dan penguatan kelembagaan kelompok tani.
“Dengan adanya Posluhutdes ini diharapkan kegiatan dan rencana kerja antar anggota budidaya lebah semakin meningkat. Begitu juga kesejahteraanya,” harap mantan Kasat Polhut Lamsel itu.
Sementara Subagyo, penyuluh kehutanan swadaya masyarakat (PKSM) setempat mengatakan, anggota KTH lebah An-Nahl yang berjumlah 25 orang dan memiliki 350 koloni (kotak) lebah mampu memproduksi 300-350 kilogram madu setiap 28 hari.
“Selain Madu, peternakan Lebah juga menghasilkan royal jeli, bee pollen, lilin lebah dan Bee pollen berkualitas tinggi untuk menjaga kesehatan,” kata Subagyo.(man)

BACA :  Nanang Buka Kejurda Atletik Lamsel Open 2019
BAGIKAN