Baru Rampung, Jembatan Senilai Rp 2,9 M Sudah Retak

383

WAYSULAN – Kekhawatiran warga Desa Karang Pucung, Kecamatan Way Sulan akhirnya terbukti. Jembatan senilai Rp 2.988.277.000,-  yang dibangun di Dusun Kali Duren, Desa Karang Pucung, penghubung Lamsel – Lamtim yang rampung pada akhir 2017 lalu sudah mulai mengalami keretakan.

Ketidakpuasan langsung tertuju pada PT. Bumi Lampung Persada sebagai pelaksana proyek dan CV. Mitra Paksi sebagai pengawas pembangunan jembatan penghubung Lamsel – Lamtim tersebut.

Syukur (50), warga Dusun Kali Duren menuturkan, setidaknya ada dua titik yang riskan mengalami kerusakan lebih lanjut. Pertama, kerusakan tepat berada di pangkal jembatan yang dinilai tak sesuai spek hingga menyebabkan keretakan. “Sudah retak, padahal baru selesai akhir tahun lalu,” kata dia kepada Radar Lamsel, Kamis (4/1) kemarin.

Selain itu, lanjutnya, dinding talut yang berada disisi jembatan juga mulai mengkhawatirkan. Sebab tanah yang ditimbun tidak memadat dan dinilai dapat memicu kerusakan dibagian pondasi. “Ya dilihat saja mas, kami juga kan tukang bangunan sedikit banyak negrti soal beginian,” ungkapnya.

BACA :  Kerusakan Makin Jadi Dilewati Truk

Camat Way Sulan Tri Mujianto mengaku sudah meninjau lokasi jembatan tersebut. Senada dengan warganya, Tri Mujianto mengaku kecewa dengan hasil kerja rekanan. Sebab lanjut dia, jembatan itu merupakan akses terdekat penghubung Lamsel – Lamtim.

“Hasil tinjauan kami, tentu mengecewakan. Tak sesuai ekspektasi. Harapan warga ya tidak terpenuhi dengan hasil kerja rekanan,” ujar orang nomor satu di Way Sulan ini.

Tri Mujianto berencana akan mengusung laporan ini kepada DPU Lamsel agar segera ditindaklanjuti. Sebab besaran nilai yang digelontorkan untuk satu unit jembatan tak sedikit jumlahnya. “Besok (heri ini ‘red) akan kami sampaikan laporannya,” kata dia.

Masih kata Tri Mujianto, berdasar keterangan yang didapatnya dari rekanan. Talut yang berada di sisi jembatan bukan tanggung jawab rekanan yang mengerjakan jembatan. “Informasi yang saya dapat rekanan berdalih bahwa dinding talut bukan kewenangan mereka (rekanan ‘red),” sebut dia.

BACA :  Tanggal Ditentukan, Jam Dirapatkan

Sementara itu kekecewaan juga dilontarkan Kepala Desa Karang Pucung. Dikatakan, bahwa rekanan kiranya tak lepas tangan dan melanjutkan pembangunan di Desa Karang Pucung. Disisi lain ia juga menyoroti kondisi jalan yang licin sehingga kerap membuat pengendara terjatuh ketika ingin menyeberangi jembatan.

“Kami berharap PU meninjau lokasi, ditambah lagi adanya laporan yang menyampaikan seringnya terjadi kecelakaan pengendara akibat jalan licin berupa tanah liat,” urainya.

Sementara Kepala UPT PU Way Sulan Wayan Nuryana belum berkomentar terkait buruknya pekerjaan rekanan yang berada diwilayah kerjanya. Saat dihubungi Radar Lamsel, meski aktif namun tak digubris. (ver)

BAGIKAN