Basarnas Lakukan Pencarian Nelayan Hilang

547

TELUK PANDAN – Hingga hari ke dua pencarian terhadap  anak buah kapal (ABK) Kenanga Jaya, Slamet (50) warga Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan yang diduga hilang di perairan antara kepulauan Mahitam dan pulau Tegal, Kecamatan Teluk Pandan pada Senin (26/02) pagi belum membuahkan hasil.

“Hingga jam 17.30 WIB kami baru merapat kedarat. Dan pencarian korban masih kita fokuskan di sekitar pulau Mahitam dan pulau Tegal, dan sejauh ini pencarian masih nihil,” ungkap Komandan tim (Dantim) pencarian korban, Akrim Amrullah, kemarin.

Dikatakan, tim Basarnas yang terdiri dari 8 orang mendapat informasi dari pihak keluarga pada Senin (26/02) sekitar jam 14:30 WIB. Dan, tim langsung menuju ke lokasi korban yang dinyatakan hilang dengan titik kumpul pencarian dipusatkan di Pantai Sari Ringgung. Dimana pada Selasa (27/2) pagi sekitar jam 7:00 wib tim pertama terdiri dari 4 orang dengan menggunakan perahu karet langsung melakukan pencarian

“Tadi pagi kami melakukan penyisiran area seluas 4 NM (Nautical Mile) di sekitar pulau Tega dan pulau Mahitam. Pencarian selanjutnya akan kami perluas hingga 7,5 NM,” ucapnya.

Menurutnya, berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah untuk kasus korban tenggelam di perairan sekitar 3 hari sejak tenggelam biasanya korban sudah dapat ditemukan. Namun, berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pencarian akan dilakukan selama 7 hari kedepan.

“Memang kendalanya kita tidak mengetahui secara pasti titik korban yang diduga tenggelam,” ujarnya.

Namun demikian, pihaknya juga menginformasikan kepada nelayan sekitar dan warga diwilayah sekitar untuk turut memberikan informasi jika menemukan korban.

“Kita juga meminta bantuan kepada para nelayan dan warga di Pulau Tegal dan Mahitam. Mudah-mudahan membuahkan hasil,” imbuhnya.

Terpisah, Ono (30), anak korban menyampaikan, bahwa ayahnya yang sehari-hari sebagi ABK Kenangan Jaya bertugas sebagai juru penerangan. Dimana sebelum dinyatakan hilang, pada senin pagi sebelum subuh korban sempat meminta izin kepada nahkoda kapal untuk menunaikan sholat subuh sekitar jam 5:30 WIB dibagian belakang kapal.

“Kalau cerita dari nahkoda, ayah saya izin hendak melaksanakan shalat subuh sekitar pukul 05.30 WIB. Namun setelah kapal hendak sandar di Dermaga TPI Teluk Betung, nahkoda kapal baru teringat kalau ayah saya belum terlihat sejak izin untuk shalat,” jelasnya.

Selanjutnya, nahkoda kapal baru berusaha mencari korban. Dimana hingga saat ini berbagai upaya terus dilakukan pihak keluarga termasuk meminta gambaran kepada orang pintar untuk menemukan dimana titik korban tenggelam

“Kami sangat berharap abah dapat ditemukan, dan kami sekeluarga juga sudah pasrah apapun yang terjadi,” tandasnya. (Esn)

 

 

BAGIKAN