BBM Naik, Disperindag Pasang Kuda-kuda

364

KALIANDA – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lampung Selatan mengklaim harga kebutuhan pokok terpantau stabil, pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertamax dan dex series per 1 Juli lalu.

Kepala Dinas Perindag Qorinilwan Niti Jaman mengatakan, berdasar pantauan harian yang dilakukan jajarannya, kebutuhan sembilan bahan pokok (Sembako) terbilang normal.

“ Tiap wilayah kami punya tim monitor harian yang melakukan pengecekan harga. Per 1 Juli lalu hingga 4 Juli belum ada kenaikan meski dua jenis Bahan Bakar Khusus (BBK) mengalami kenaikan harga,” kata Qorinilwan saat dikonfirmasi Radar Lamsel, Rabu (4/7) kemarin.

Ia menerangkan, bilamana kenaikan terjadi dibawah 10 persen dari harga awal pihaknya belum mengkategorikan sebagai lonjakan yang sifatnya urjen.

“ Bila kenaikan harga masih dibawah persentase 10 persen itu masih bisa diatasi, dengan melakukan sidak pasar yang sifatnya masih bisa ditangani,” sebut dia.

Qorinilwan menegaskan kemungkinan terjadi lonjakan harga tetap saja ada. Untuk itu lanjut dia, apabila kenaikan harga tembus diatas 10 persen pihaknya bakal melakukan operasi pasar sebagai salah satu solusinya.

“ Kita tetap punya opsi dan solusi jika memang benar dampak kenaikan BBM mempengaruhi stabilitas bahan pokok semisal beras dan gula yang dikonsumsi secara continue oleh masyarakat,” ungkapnya.

Masih kata Qorinilwan, wacana operasi pasar tersebut bakal menggandeng Bulog sebagai partner yang memiliki stok beras dan gula di daerah.

“ Solusinya kita gelar operasi pasar melibatkan Bulog, kalau toh stok di Bulog juga kekurangan maka opsi lainnya adalah menggandeng pihak ketiga,” katanya lagi.

Lebih jauh Qori menerangkan pihaknya masih melakukan pantauan selama seminggu pasca kenaikan BBM per 1 Juli 2018. Ia juga memastikan kalaupun operasi pasar dilakukan, masyarakat diminta tak perlu khawatir karena harga yang ditawarkan tidak lebih rendah dan tak lebih tinggi dari harga pasar.

Dari hasil monitoring harga dipasaran harga beras harga gula masih bertengger Rp 11.500 per kilogram dan beras jenis premium kemasan 5 kilogram Rp 57 ribu kemudian telur dikisaran Rp 22 – 23 ribu per kilogram.

“Sejauh ini item vital semacam beras, gula dan telur masih stabil belum memperlihatkan tanda-tanda lonjakan harga. Meski begitu kami tetap antisipasi dan segera melapor apabila terjadi lonjakan harga secara tiba-tiba,” ujar Kepala UPT Pasar Sidomulyo Agus Syahroni. (ver)

BAGIKAN