Begal Rampas Beat dan Uang Rp 5 Juta

710
ILUSTRASI

PALAS – Aksi kawanan begal kian menggila di Kecamatan Palas. Kali ini korbannya seorang wanita penjual ayam beranama Rumini (47) warga Dusun Sukamaju Desa Sukaraja.

Kawanan begal berhasil merampas sepeda motor serta uang tunai sebesar Rp 5 juta,  dan telepon genggam milik korban yang dicegat ditengah jalan saat hendak pergi ke pasar.

          Rumini menerangkan, peristiwa pembegalan itu terjadi di jalan lingkungan dusun setempat sekitar pukul 06.00 pagi hari. Saat itu ia hendak pergi untuk berjualan dipasar Desa Bangunan.

          “Baru sepuluh menit keluar rumah, saya dijegat ditengah jalan. Pelaku langsung menerjang saya hingga tersungkur di siring jalan,” Ujar Rumini kepada Radar Lamsel, Rabu (19/6).

BACA :  Tiga Desa di Palas Target ODF pada Oktober

          Rumini mengungkapkan, dua orang pelaku beraksi dengan cara menunggu ditengah jalan dan membuntuti korban dengan sepeda motor. Tidak hanya meluncurkan tendangan, ungkap Rumini, namun juga mendapatkan pukulan keras dari pelaku hingga menyebabkan luka memar.

          “Ketika keluar rumah memang saya lihat ada yang ngikutin dibelakang, tapi enggak curiga. Teryata kawannya sudah nunggu di jalan,” ungkapnya.

          Dari peristiwa naas tersebut, Rumini kehilangan satu unit sepeda motor Honda Beat dan uang tunai sebesar Rp 5 juta. Bakan telepon genggam beserta 10 ekor ayam yang hendak dijual di pasar juga ikut dirampas pelaku.

BACA :  Puskeswan Palas Bidik 100 Hewan Penular Rabies

          “Semua barang yang saya bawa dibawa pelaku, bahkan 10 ekor ayam dan dau ekor itik yang mau dijual juga ikut dibawa kabur. Saya mau teriak minta tolong tapi pelaku mengancam dengan sebilah pisau,” terangnya.

          Sementara Pjs. Kepala Desa Sukaraja, Ridwan mengamini dengan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya peritiwa pembegalan ini sudah terjadi untuk kedua kalinya.

“Peristiwa ini sudah kami laporkan ke pihak kepolisian. Kami juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada kerena satu tahun lalu kejadian serupa pernah terjadi di lokasi tersebut,” pungkasnya. (vid)

BAGIKAN