Bentengi Diri Dengan Kempo

666

Delapan tahun sudah, Lydia Monica Astrea Arlita (24) membentengi dirinya dengan kempo (beladiri asal Jepang red). Selain hoby, dara cantik asal Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan ini mengaku olahraga kempo digeluti untuk membentengi diri.

Monica sapaan akrabnya menilai, selain banyak manfaat yang dihasilkan dari bela diri asal negeri sakura itu, kesehatan tubuh juga menjadi faktor dirinya giat berlatih kempo.

“Yang pertama sehat, kedua untuk jaga-jaga kalau ada yang macem-macem. Terakhir saya memang hobi olahraga,” ujarnya kepada Radar Lamsel, kemarin.

Gadis dengan rambut pendek ini mengaku berkecimpung didunia beladiri sejak tahun 2009. Tepatnya ketika memasuki masa SMA. Hingga kini sederet prestasi ditorehkan dari kegemerannya menekuni kempo.

“Peraih medali perak kejuaraan antar dojo (tempat berlatih red) se-Lamsel, Peraih medali perak Kejuda kempo 2016, serta diplot sebagai atlet proprov Lamsel,” kata Monica.

Gadis cantik ini bahkan tak takut dicap sebagai wanita tomboy, lantaran dirinya menekuni kempo. Monica menilai sudah saatnya cewek masa kini membekali diri dengan bela diri. “Nggak apa-apa kok, karena menurut saya beladiri itu penting apalagi untuk perempuan,” ujarnya.

Hingga kini Monica gadis manis pemegang sabuk coklat masih giat berlatih. Bahkan kegiatan tersebut dilakoninya dengan mengadakan pelatihan di dojo Katibung dan dojo SMAN 1 Penengahan. “Sampai sekarang masih aktif melatih,” kata Monica.

Selain menekuni bela diri, ternyata Monica adalah lulusan Akademi Kebidanan Kartika Jakarta. Dengan latar belakang seorang bidan dirinya juga berminat pada dunia literasi.

“Karena basic saya seorang bidan, saya juga ingin berperan di dunia kesehatan terutama sekarang ini sedang heboh soal kanker serviks,” beber dia.

Monica memiliki keinginan untuk dapat bermanfaat melalui dunia kesehatan, dengan sosialisasi pengetahuan tentang kanker serviks melalui buku bacaan.

“Penyakit ini sedang ramah lho, sama perempuan. Makanya saya ingin berkontirbusi mengajak bidan-bidan senior untuk gencar menyosialisasikan kepada ibu-ibu soal kanker serviks, lewat buku bacaan,” katanya lagi.

Kini pemegang sabuk coklat ini masih terus menekuni kesibukannya, selain sebagai pelatih kempo berlatar belakang bidan. Monica juga berkeinginan memberi pengetahuan lebih soal kanker serviks lewat buku bacaan. (ver)

BAGIKAN