Beras PALAS Menghilang

439

KALIANDA – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Lampung Selatan sepertinya sudah cuwek dan tidak peduli lagi terhadap pengembangan program beras PALAS (Padi Asal Lampung Selatan) yang selama ini sudah digadang-gadangkan oleh Pemkab Lampung Selatan.

Buktinya, saat ini gaung program beras palas tidak lagi terdengar. Bahkan pendistribusian beras palas untuk para pegawai dilingkungan Pemkab Lamsel yang biasanya lancar setiap bulan, kini sudah hampir enam bulan tak lagi dilaksankan tanpa ada pemberitahuan yang jelas.

Sayangnya, saat Radar Lamsel hendak mengkonfirmasi persoalan beras Palas ke Dinas Ketahanan Pangan Lampung Selatan selaku instansi yang ikut bertanggungjawab terhadap program beras Palas ini, Kepala DKP Lamsel Ir. Yansen Mulya sulit untuk di temui.

BACA :  Bangun Gapura Siger Lampung Berbalut Lambang Negara

Sementara itu, Kepala Sekretariat Korpri Pemkab Lamsel Nurmali Rijal mengakui, sudah hampir enam bulan ini ketersediaan beras palas terjadi kekosongan stok. Sehingga pihaknya saat ini sudah tidak lagi mendistribusikan beras palas ke setiap pegawai yang bekerja dilingkungan pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

“Sudah hampir enam bulan ini stok beras palas kosong. Makanya pendistribusian beras palas ke para pegawai yang biasanya lancar setiap bulan, sekarang sudah tidak lagi, karena berasnya tidak ada,” ujar Nurmali Rijal saat ditemui Radar Lamsel di kantornya, Rabu (14/11).

BACA :  Pantai Ketang Bakal Dikenai Parkir

Menurut Nurmali, kekosongan beras palas yang terjadi saat ini, itu dimungkinkan pihak produsen sudah tidak sanggup lagi untuk menyediakan stok beras palas guna memenuhi permintaan Pemkab Lamsel. “Mungkin harga beras saat ini sedang tinggi, makanya pihak produsen sudah enggan melakukan pengadaan beras palas untuk kita (Pemkab Lamsel’red),” pungkasnya. (iwn)

BAGIKAN