Berlibur, Warga Bandarlampung Hilang Terseret Ombak di Pantai Indah Canti

441

Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Ridwan 24 jam Kemudian

RAJABASA – Tim Search And Rescue (SAR) Gabungan akhirnya menemukan sosok M. Ridwan, warga Kelurahan Tanjungjaya, Kecamatan Tanjung Karangtimur, Bandarlampung yang menghilang akibat terseret ombak di pantai Canti Indah di Desa Canti, Kecamatan Rajabasa, sekitar pukul 16.45 WIB, Senin (22/1) kemarin.

Mayat Ridwan ditemukan cukup jauh dari lokasi tempatnya tenggelam, yang berjarak sekitar 500 meter. Kepala SAR Gabungan Robby HS mengatakan, mayat Ridwan ditemukan oleh nelayan yang saat itu juga tengah mencari keberadaannya. “Setelah ditemukan, warga langsung memberitahu kami,” kata Robby kepada Radar Lamsel saat ditemui di Rumah Sakit Umum Daerah ob Bazar, S.Km, sekitar pukul  19.00 WIB, kemarin.

Robby mengatakan, mayat Ridwan ditemukan dalam kondisi utuh. Pakaian dan celana yang dikenakan juga masih melekat ditubuh korban. “Hanya saja ada luka dibagian kepala dan paha sebelah kanan, kuat dugaan luka itu timbul akibat bertabrakan dengan karang saat korban terombang-ambing ditengah laut,” jelasnya.

Pantauan wartawan koran ini, mayat Ridwan disambut dan diantar langsung oleh keluarganya yang memang sudah menunggu di pantai Canti Indah. Isak tangis pun tak luput dari mata keluarga dan teman-teman Ridwan saat jasadnya hendak memasuki mobil ambulans.

Kronologi kejadian, peritiwa naas yang menimpa M. Ridwan itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB, Minggu (21/1) lalu. Saatitu  Ridwan bermain di bibir pantai bersama teman-temannya, yakni Roy (29), Eko (24), Chandra (30) dan Indri (19).

BACA :  Kerja Nyata Mahasiswa Darmajaya Dinanti 3 Kecamatan

Saat tengah asik bermain, tiba-tiba ombak besar datang seketika menghampiri Ridwan yang saat itu berada dijarak yang lumayan jauh dari teman-temannya. Posisi Ridwan yang berada agak ketengah laut, membuatnya kesulitan untuk melawan ombak yang menyeretnya.

Sementara itu, Chandra yang jaraknya berdekatan dengan Ridwan berusaha menolong. “Iya (Chandra) mau nolong. Tapi Chandra juga ikut keseret ombak,” ujar Eko kepada Radar Lamsel saat ditemui di pantai Indah Canti, Senin (22/1) kemarin.

Melihat keduanya terseret, Eko bersama dengan temannya yang lain berusaha menolong. Namun sayang, mereka hanya bisa menyelamatkan Chandra, karena jaraknya berdekatan dengan mereka. Sementara Ridwan tidak bisa diselematkan karena diseret ombak yang deras. “Yang dekat itu Chandra, Ridwan jaraknya jauh karena terseret ombak. Mungkin kalau kami telat, mungkin Chandra bisa senasib dengan Ridwan,” lanjutnya.

Indri menambahkan, sebelum peristiwa itu, mereka sudah diberi aba-aba oleh penjaga pantai untuk tidak bermain terlalu jauh dari bibir pantai. Karena pada sore itu, ombak besar yang menghampiri pantai dianggap membahayakan.

Tapi aba-aba yang diberi oleh penjaga pantai itu tidak dihiraukan. Indri beralasan mereka tak terlalu memahami maksud dan arti dari lambaian tangan penjaga pantai itu. “Kami sudah dikasih kode mas, tangannya melambai-lambai. Mungkin menyuruh kami untuk tidak berenang terlalu jauh, sayang kami tak memahami,” ujarnya.

BACA :  Satu Jama'ah Haji Asal Kalianda Meninggal

Indri mengaku sedih atas peristiwa yang dialami temannya itu. Sebab alasan kedatangan mereka ke pantai Indah Canti untuk bersenang-senang menikmati liburan. “Baru kali ini juga mas kesini, niatnya mau liburan. Tapi kejadiannya malah seperti ini,” jelasnya.

Berselang 4 jam setelah peritiwa itu, Tim Search And Rescue (SAR) Gabungan yang mendapat laporan langsung menuju lokasi. Komandan Tim SAR Gabungan Robby HS mengatakan, pihaknya mendapat info sekitar pukul 20.30 WIB. “Kami berangkat sampai ke lokasi jam setengah 12 malam,” kata Robby kepada Radar Lamsel.

Robby melanjutkan, sesampainya dilokasi, pihaknya tak langsung melakukan pencarian karena kondisi ombak yang tak bersahabat. “Kami memulai pencarian sekitar jam 6 tadi pagi hingga pukul 3 sore (kemarin’red). Pencarian dimulai dari bibir pantai 1 nautical mile (mil laut), kami melakukan penyisiran,” katanya.

Meski sudah melakukan penyisiran selama berjam-jam, Robby mengakui belum menemukan tanda-tanda keberadaan Ridwan. “Pencarian terhalang cuaca dan ombak yang mencapai 1 meter. Ditengah laut kondisinya lebih berbahaya, sementara kami hentikan. Rencana pencarian akan kembali dilanjutkan besok pagi,” kata Robby.

Dalam pencarian ini, Tim SAR mengerahkan 9 anggota yang dibantu dengan tim gabungan dari Polairud Lamsel yang mengusung 4 anggota, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) 3 anggota dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamsel 9 anggota.

Namun berselang 24 jam kemudian, jasad Ridwan berhasil ditemukan oleh nelayan yang sata itu memang membantu Tim Sar dalam pencarian. (rnd)

BAGIKAN