Biadab, Bayi Dibuang Depan Pintu Rumah Warga

605

KETAPANG – Bayi berjenis kelamin laki-laki dalam kondisi sehat ditemukan didepan pintu rumah milik Rimanto (45) warga jalan lintas timur (Jalintim) Dusun Tambakrejo, Desa Bangunrejo, Kecamatan Ketapang, Selasa malam (21/8) sekitar pukul 20.00 WIB.

Bayi dalam keadaan sehat dengan tali pusar yang telah dijepit kleim warna hijau (Penjepit yang dipakai oleh bidan membantu pasien melahirkan) itu,  pertama kali ditemukan oleh istri Rimanto, yakni Sutiyah (42) yang hendak mengunci pintu depan rumahnya sesaat setelah anaknya keluar dari pintu depan.

“Setelah anak keluar, jarak 15 menit saya berencana mengunci pintu depan.  Namun alangkah kagetnya, ketika melihat ada sarung dan saya buka sarung itu berisi bayi mungil dan tidak menangis,” kata Sutiyah di Puskesmas Rawat Inap (PRI) Kecamatan Ketapang, Selasa (21/8) malam.

Setelah menemukan bayi mungil itu, pasangan suami istri tersebut melapor ke ketua RT setempat dan dilanjutkan ke Polsek Penengahan.

Kapolsek Penengahan AKP Enrico D.  Sidauruk mengatakan, bayi yang sengaja dibuang oleh pelaku biadab tersebut ditemukan dalam keadaan hidup dan sehat. “Kami sudah melakukan olah TKP dan mengembangkan kasus tersebut,” kata Kapolsek di PRI Kecamatan Ketapang.

“Bayi malang tersebut diduga kuat dibuang oleh orangtuanya. Untuk mengungkap siapa pelakunya, kami akan melakukan penyelidikan dengan meminta keterangan dari beberapa saksi. Bayi itu sekarang hendak dirujuk ke RSUD Kalianda,” ujar Enrico.

Kepala PRI Kecamatan Ketapang Samsurizal, S.K.M mengatakan,  saat ditemukan kondisi bayi sehat. Namun beberapa saat setelah diberi susu bayi yang dirawat di ruangan ICU Puskesmas itu temperatur badannya panas mencapai 37 derajat celcius. Ia menduga bayi tersebut lahir satu hari sebelum ditemukan.

“Saat kami berikan susu, bayi itu menyantapnya dengan lahap sampai habis dua dot ukuran 300cc. Namun sesaat kemudian badan bayi panas tinggi sehingga kami rujuk ke RSUD Bob Bazzar Kalianda sekitar pukul 00.00.WIB,” kata Samsurizal.

Untuk menindaklajuti temuan bayi tersebut, Kepala PRI Ketapang ini mengkonfirmasi seluruh bidan desa di Kecamatan Ketapang. “Kami sudah minta keterangan masing-masing bidan desa apakah pernah membantu persalinan sekitar 2 hari terakhir. Dan ternyata mereka (bidan) tidak ada. Dengan demikian, diduga bayi malang itu dibuang oleh orang tuanya dari luar Kecamatan Ketapang,” pungkasnya. (man)

BAGIKAN