Bidan TKS Minta Diangkat THLS

30
Idho Mai Saputra – Plt Bupati Lamsel H. Nanang Ermanto mendengarkan keluhan profesi bidan saat audiensi bersama IBI Lamsel di ruang rapat kerjanya, Kamis (10/10) kemarin.

KALIANDA – Bidan berstatus Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang tergabung dalam Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Lamsel minta diangkat menjadi THLS. Keluhan itu disampaikan secara langsung kepada Plt Bupati Lampung Selatan H. Nanang Ermanto dalam audiensi yang digelar diruang kerjanya, Kamis (10/10) kemarin.

          Dalam audiensi itu, Ketua IBI Cabang Lamsel Dwi Supraptiningsih juga mengajak perwakilan Bidan yang masih berstatus TKS. Bahkan, dia menceritakan keluhan dan kondisi selama mengabdi menjadi tenaga kesehatan di sejumlah Puskesmas.

          “Mereka minta diperhatikan nasibnya. Apalagi, pengabdian mereka sebagai Bidan TKS sudah empat tahun lebih, bahkan ada yang sudah tujuh tahun. Dalam kesempatan ini kami mengharap ada perhatian dari pemerintah untuk bisa memikirkan nasib mereka,” kata Dwi.

          Selain itu, latar belakang para bidan yang rata-rata bekerja di desa itu karena kecemburuan terhadap sesama profesi mereka. Sebab, ada bidan yang baru masuk di puskesmas langsung berstatus THLS yang entah dari mana asal-usulnya.

BACA :  Ketua DPW PAN Lampung: Pemekaran Natar Bohong!

          “Mudah-mudahan, ada suatu pertimbangan agar mereka bisa diperhatikan. Ini semua demi meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam mengemban tugasnya. Apalagi, beberapa diantara mereka bertugas di desa yang tidak ada bidan desa atau PTT,” imbuhnya.

          Lebih lanjut dia menerangkan, setidaknya terdapat sebanyak 172 bidan berstatus TKS yang tergabung dalam organisasi profesi IBI Lamsel. “Selama ini, mereka hanya menerima insentif yang besarannya tidak menentu dari puskesmas tempat mereka bernaung,” tukasnya.

          Menanggapi hal itu, Plt Bupati Lamsel H. Nanang Ermanto berjanji akan memperjuangkan apa yang menjadi harapan para bidan TKS. Namun, pihaknya tidak bisa memberikan kepastian karena terbentur oleh aturan pusat.

BACA :  Operasional Disetop, PT. Wongsool Diinvestigasi

          “Kepala daerah tidak diperbolehkan lagi mengangkat THLS. Tetapi, kita akan fikirkan solusinya. Apalagi, saat ini juga tengah kita rumuskan regulasi untuk pengangkatan P3K atau pegawai kontrak. Anggaranya sudah disiapkan untuk tahun 2020 mendatang,” kata Nanang.

          Selain itu, kesempatan para bidan TKS untuk naik status juga masih terbuka lebar. Pasalnya, dalam waktu dekat akan dilakukan penerimaan CPNSD dengan formasi bidan.

          “Silahkan mendaftar dan ikuti tes sesuai prosedur. Siapa tahu dari kalian disini ada yang beruntung dan lolos tes. Jangan khawatir, kita tetap akan memikirkan nasib para bidan yang sudah menunjukan pengabdiannya,” pungkasnya. (idh) 

BAGIKAN