BNN Lamsel Gecarkan Penyuluhan P4GN Dilingkungan Sekolah

691
Nyoman Soebagio – BNN Lamsel menggelar penyuluhan P4GN di SMAN 1 Sragi, Selasa (9/2) lalu.

SRAGI – Indonesia saat ini sedangkan menghadapi darurat narkoba. Berbagai kasus narkoba bermunculan ditengah-tengah masyarakat. Penyalahgunaan narkoba tidak hanya menimpa kalangan masyarakat dewasa tapi sudah masuk ke kalangan remaja dan pelajar.
Persoalan penyalahgunaan barang terlarang itu secara global akan mempengaruhi sendi-sendi kehidupan masyarakat dan menjadi ancaman besar bagi bangsa Indonesia khususnya generasi muda yang dapat menyebabkan kematian jutaan jiwa.
Sebagai wilayah perlintasan, Lampung khususnya Kabupaten Lampung Selatan menjadi rawan peredaran narkoba. Ini dibuktikan dari sejumlah kasus yang berhasil diungkap oleh jajaran Satnarkoba Polres Lamsel bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Lamsel sejak beberapa tahun belakangan ini.
Untuk mencegah peredaran gelap narkoba di bumi Khagom Mufakat ini, BNN Lamsel terus gencar melaksanakan sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dilingkungan pelajar.
Awal tahun 2016 ini, BNN Lamsel melalui Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat menggelar diseminasi informasi atau penyuluhan P4GN melalui tatap muka tingkat pelajar SLTA di SMA Negeri 1 Sragi, Selasa (9/2).
Kegiatan yang mengusung tema “Gerakan STOP Narkoba pada Siswa-siswi Pelajar SLTA” tersebut diikuti sebanyak 30 orang perwakilan pelajar disekolah itu. Para pelajar sangat antusias mengikuti penyuluhan itu yang dipaparkan masing-masing narasumber.
Diketahui, pihak BNN Lamsel menghadirkan beberapa narasumber seperti Susilawati, S.Sos., M.IP dari Dosen STIE Muhammadiyah Kalianda yang membawakan materi bahaya penyalahgunaan Narkoba, Hipni, S.IP., M.H selaku Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan masyarakat, BNN Lamsel dengan materi strategi-strategi dalam P4GN.
Selanjutnya, Ipda Agus Nadiyanto selaku Kepala Bagian Operasional Satuan Narkoba Polres Lampung Selatan. Agus Nadiyanto memberikan materi tentang Penegakan Hukum Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.
Menurut Hipni, Indonesia sudah menjadi darurat narkoba. Sejumlah kasus berhasil diungkap oleh jajaran kepolisian dan BNN. Bahkan, kata Hipni, peredaran narkoba sudah masuk ke lingkungan pelajar sehingga merusak generasi muda.
“Fenomena meningkatnya jumlah remaja pengguna narkoba harus menjadi perhatian kita semua. Peredaran dan penyalahgunaan narkoba secara luas akan merusak tatanan kehidupan sosial, politik dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Hipni mengajak peran serta sekolah dan orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap siswa dilingkungan masing-masing. “Wilayah Lamsel ini menjadi pusat perlintasan Sumatera-Jawa. Untuk itu, Lamsel menjadi rawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Dengan memberikan penyuluhan ini diharapkan siswa-siswi dan para dewan guru meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan,” paparnya.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Sragi Drs. Adang Kardana menyambut baik kegiatan penyuluhan P4GN yang diberikan BNN Lamsel. Dia berharap dengan adanya penyuluhan tentang bahaya narkoba dikalangan pelajar, para siswa-siswi SMA Negeri 1 Sragi mempunyai imun akan bahaya penyalahgunaan narkoba.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini. Bahkan kami berharap kegiatan seperti itu ditingkatkan terus terutama disekolah kami agar anak-anak pelajar bisa mengetahui akan bahaya narkoba. Dengan demikian, para pelajar bisa menghindari dan menjauhi narkoba,” katanya.
Sementara itu, para pelajar yang mengikuti penyuluhan tersebut mengikuti dengan antusias. Mereka berdialog langsung dengan narasumber untuk mengetahui lebih jauh tentang bahaya narkoba. (man)

BACA :  UMP Ditolak, UMK Belum Laik!
BAGIKAN