BPBD Himbau Masyarakat Jaga Lingkungan

351

GEDONGTATAAN – Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini patut diwaspadai masyarakat di kabupaten pesawaran. Pasalnya, banjir bandang dan tanah longsor mengintai warga di beberapa wilayah yang dikategorikan rawan banjir dan longsor.

Kepala Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesawaran, Mustari mengatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat pemberitahuan kepada seluruh camat di Pesawaran agar selain waspada, masyarakat diimbau bergotong-royong membersihkan sampah di parit dan disekitar lingkungan.

“Cuaca ekatrem dan curah hujan yang tinggi belakangan ini patut diwaspadai oleh warga. Kami imbau agar masyarakat membersihkan parit terutama tidak membuang sampah di bataran sungai,” ungkap Mustari, kemarin.

Menurutnya, untuk mengurangi dampak kerusakan banjir bandang akibat luapan beberapa sungai sudah diantisipasi oleh pemerintah daerah Pesawaran dengan membangun retaining wall (dinding penahan) di titik-titik sungai seperti di Way Padangmanis Desa Padangmanis; Way Kijing Desa Baturaja dan di Desa Kuto Dalom kecamatan Way Lima.

“Retaining wall tersebut sifat mengurangi dampak luapan sungai yang masuk ke pemukiman warga,” jelasnya.

Meskipun demikian lajut mantan Kepala Kantor Pengelola Hutan Lindung ini, yang paling utama yakni agara masyarakat turut serta berperan aktif menjaga kelestarian hutan sebagai penyangga dan resapan air.  Pasalnya dengan gundulnya hutan, tentu akan menjadi faktor utama terjadinya banjir.

“Selain pemerintah dan pemerhati lingkungan sudah banyak program baik penanaman dan rehabilitasi di beberapa hutan, baik hutan lindung, hutan rakyat dan lainnya. Namun, perlu peran aktif semua pihak untuk menjaga agar illegal logging tidak terjadi yang belakangan ini cukup marak terjadi,” imbaunya.

Lebih jauh Mustari menambahkan, pembangunan retaining wall di 3 titik tersebut merupakan bantuan yang anggarannya bersumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat. Dimana dana sekitar Rp 14 miliar tersebut merupakan usulan bantuan bencana banjir bandang yang terjadi pada 2016 lalu di kabupaten setempat. Sedangkan usulan bantuan yang diajukan pemda setempat ke BNPB akibat dampak banjir bandang di 9 kecamatan pada 2017 lalu saat ini belum mendapat informasi lebih lanjut dari BNPB pusat.

“Kalau usulan dampak banjir 2017 lalu belum ada informasi. Karena biasanya tim dari pusat akan melakukan survey dan verifikasi di lapangan. Kita ajukan sekitar Rp 100 miliar, mudah-mudahan diakomodasi di 2018 ini. Dan itu sifatnya multi years, artinya kalau anggarannya turun pada Sepember 2018, maka akan pelaksanaannya berakhir di September 2019 nanti,” jelasnya.

Diketahui beberapa kecamatan rawan bencana banjir yakni Way Lima, Negerikaton, Gedongtataan, Way Khilau, Teluk Pandan, Padangcermin, Marga Punduh, Punduhpedada. Sedangkan kecamatan yang dikategorikan rawan longsor diantaranya, Punduhpedada, Marga Punduh, dan Padangcermin. (Acp)

 

BAGIKAN