Bulan Depan, Pesawat Caravan akan Landing di Tegal Mas

25
DESTINASI wisata Puncak Mas dan Tegal Mas Thomas terus berupaya meningkatkan fasilitas layanannya untuk memudahkan wisatawan sampai ke lokasi tujuan wisata yang diimpikan. Salah satu yang dilakukan dengan menambah fasilitas layananan transportasi wisatawan berupa Helikopter jenis Agusta 109.

PESAWARAN – Pemandangan  berbeda terhampar di wahana rekreasi Puncak Mas, Kemiling Bandarlampung, Kamis (8/8) pagi. Satu unit Helikopter Agusta 109 terparkir di landasan Helipad bercat hijau seluas 22 x 22 meter.

Radar Lampung grup RadarLamsel mendapat undangan dari owner Tegal Mas, Tomas Aziz Riska untuk mengikuti tes landasan Helipad dari Puncak Mas menuju landasan yang ada di Pulau Tegal Mas. Setelah sarapan sejenak di cafe Puncak Mas, penerbangan yang mengangkut tujuh penumpang, termasuk Pilot Kapten Razak dimulai. Saat itu jam tangan menunjukan pukul 08.52 WIB. Turut juga dalam penerbangan tersebut, Pemimpin Redaksi Tribun Lampung Andi Aswadi beserta dua wartawannya, dan Ketua DPW PAN Lampung, Irfan Nuranda Jafar.

Suara mesin dinyalakan. Baling-baling Helikopter mulai berputar dan semakin kencang. Perjalanan dari Landasan Puncak Mas menuju Tegal Mas sangat singkat. Hanya membutuhkan waktu 8 menit.

Mengingat ini tes landasan dan merasa belum puas dengan landing pertama di Pulau Tegal Mas, Thomas Riska meminta kapten pilot untuk terbang kembali memutari pulau Tegal Mas sebelum mendarat lagi di landasan yang sama di Pulau tersebut. “Alhamdullilah,” ucap seluruh penumpang yang ada dalam pesawat.

Tidak perlu berlama-lama, setelah tim yang ada di Pulau Tegal Mas tersebut mengambil gambar saat Helikopter mendarat, perjalanan pun dilanjutan kembali menuju landasan Helipad di Puncak Mas.

Thomas mengatakan bahwa fasilitas Helikopter ini diperuntukan guna memperlancar dan mempersingkat jarak tempuh para wisatawan domestik maupun internasional yang ingin berkunjung ke Puncak Mas dan Pulau Tegal Mas.

“Karena wisatawan itu akan lebih nyampan ketika mereka datang dari negaranya, dari bandara Jakarta langsung direct ke lokasi tujuan. Tidak lagi transit-transit dari bandara Halim Perdana Kusuma atau Sekarno Hatta ke Bandara Radin Inten II Lampung Selatan. Belum lagi lewat darat, ini salah satu fakto yng membuat wisatawan tidak nyaman ke destinasi wisata. Nah dengan adanya fasilitas ini, turis-turis tentunya merasa akan lebih cepat sampai ke lokasi wisata kita,” Jelas Thomas.

Bahkan ke depannya, sambung Thomas, pihaknya tidak hanya membangun kerjasama dengan airport penerbangan di Jakarta. Guna menggaet wisatawan ke Lampung, pihaknya juga membangun komunikasi dengan bandara lainnya.

“Mudah-mudahan bulan depan, pesawat caravan juga akan landing di Tegal Mas. Pesawat kecil dari Halim Perdana Kusuma langsung landing di laut. Ini juga salah satu upaya kami untuk memajukan pariswisata Lampung. Sekali lagi saya minta dukungan semua pihak terutama dalam hal prizinan demi Lampung berjaya,” ujarnya.

Disinggung soal kapan fasilitas pernenangan Helikopter ini melayani umum, Thomas belum bisa memastikannya. Hanya saja, dia menargetkan dalam dua minggu ke depan helikopter ini sudah bisa melayani wisatawan yang ingin berwisata ke Punca Mas dan Pulau Tegal Mas.

“Selain itu juga kita akan layani wisatawan yang ingin track pendek, antar pulau ke pulau. Atau dia juga hanya ingin berfoto di atas Heli kita juga layani. Pertama dan terpenting juga, masyarakat yang mengalami keadaan darurat bisa memanfaatkan layanan penerbangan dengan Helikopter ini,” tandasnya.

Lalu ditanya soal tarif ? sambil tertawa Thomas menyebut namanya juga usaha tentunya ada hasil yang ingin di dapat. Tapi paling penting, kata dia, bukan soal keuntungan yang ingin dicarinya, melainkan bagaimana Lampung ini bisa dilirik wisatawan internasional.

“Tarifnya kita lihat dengan menyesuaikan biaya operasional yang dikeluarkan saja. Makanya dalam tes landasan hari ini, kita juga akan menghitung berapa banyak avtur yang dikeluarkan dalam rute ini. Tapi intinya kami ingin pariwisata di Lampung maju, jadi ayo kita bersama-sama memajukan pariwisata di Lampung,” pungkasnya. (kyd)

BAGIKAN