Bupati Dendi Minta Masyarakat Lestarikan Budaya Lampung

13
GEDONGTATAAN – Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membiarkan budaya Lampung tergerus oleh budaya global. Sebab, kebudayaan merupakan identitas dan jati diri, baik sebagai warga masyarakat Lampung maupun sebagai warga negara Indonesia yang dikenal oleh dunia.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Pesawaran untuk tetap menjaga serta memegang teguh tradisi budaya yang sekaligus menjadi ujung tombak dalam pelestarian kebudayaan Lampung,” ujar Bupati saat menghadiri acara Pengukuhan Batin Perwira Kusuma di Lamban Balak Desa Tempel Rejo, Kecamatan Kedondong, Sabtu (7/12).

Sebab, menurut Bupati keragaman suku bangsa dengan tradisi dan budayanya yang khas dan unik, harus di jadikan sebagai pilar-pilar keunggulan dan budaya positif warisan nenek moyang, merupakan kearifan lokal yang harus di apresiasikan, pelihara dan sumbangkan bagi peradaban dunia.

“Pengembangan tradisi dan budaya bangsa, juga sangat penting untuk memperkokoh perisai budaya, di tengah budaya global yang makin mengemuka sekarang ini. Kita harus dapat memilah dan memilih budaya yang tepat dan sesuai pula dengan karakter dan jati diri bangsa kita,” jelasnya.

Apalagi, lanjutnya, masyarakat Pesawaran juga memiliki ragam budaya yang khas dan unik, mulai dari adat istiadat, bahasa dan sastra, tradisi, kesenian, arsitektur tradisional, hingga makanan tradisional. Tradisi budaya Lampung juga sarat dengan pengetahuan dan pesan-pesan filosofis yang dapat kita terapkan untuk membangun karakter bangsa.

“Budaya Lampung, saya menilai juga memiliki basis budaya yang kuat, merupakan sumber ekonomi wisata yang dapat dikembangkan, termasuk wisata sejarah, serta memiliki potensi ekonomi kreatif dengan memadukan antara kreativitas seni, dengan teknologi. Oleh karena itu, dalam acara ini kham nilai penting sebagai wahana untuk memelihara, melestarikan dan mengembangkan budaya Lampung masa kini dan masa depan,” pungkasnya. (Rus)

BACA :  Bupati Dendi : Harta, Tahta dan Wanita Menggoda Kepala Desa
 
 
 
Warga Cipadang Pertanyakan Penanggulangan Banjir
 
GEDONGTATAAN – Sekitar 6 rumah warga di Dusun Cierih, Desa Cipadang, Kecamatan Gedongtataan dalam kondisi memprihatinkan. Pasalnya, pasca banjir bandang pada tahun lalu, kondisi 6 rumah warga yang tepat berada dipinggir sungai tersebut dapat roboh setiap saat ketika kembali diterjang banjir.
 
Kondisi enam rumah warga tersebut dalam keadaan rusak parah pada bagian belakang karena pondasi pada bagian belakang rumah longsor akibat diterjang banjir pada tahun 2018 lalu.
 
Sugiono, Ketua RT setempat mengatakan, akibat bencana banjir bandangvpada tahun 2018 lalu, sekitar 6 rumah warga berikut 1 mushola mengalami kerusakan akibat diterjang banjir.
 
“Waktu itu setelah banjir memang pernah di datangi orang dinas dan sempat di poto-poto, dan katanya akan dibangun,” ungkap sugiono.
 
Namun, imbuh Sugiono, hingga saat ini belum ada tindak lanjut dari pemerintah daerah maupun instansi terkait mengenai permasalahan tersebut.
 
“Kami warga di sekitar sini merasa khawatir mas, apabila kondisi bantaran sungai ini tidak cepat ditangani, rumah yang berada di pingir sungai tersebut bisa tambah parah lagi dan bisa memakan korban,’ jelas sugiono.
 
Sementara, Zailani, salah seorang pemilik rumah yang mengalami kerusakan mengaku belum pernah lagi dikunjungi oleh instansi terkait setelah banjir pada 2018 lalu. Dirinya juga mengaku belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, dan kondisi rumahnya juga masih dalam keadaan rusak.
 
“Harapan kami pemerintah dapat segera membangun tanah yang ada di belakang rumah kami ini , karna setiap saat kami selalu di hantui rasa takut,” tandasnya. (cw1/esn)
 
 
 
Warga Trisnomaju Minta Perbaikan Jalan
 
NEGERI KATON – Kondisi jalan penghubung di Dusun Pujiwaluyo, Desa Trisnomaju , Kecamatan Negeri Katon dalam kondisi sangat memprihatinkan. Sejumlah titik jalan susah untuk dilalui lantaran rusak parah dan berlubang.
 
Ditambah dengan intensitas hujan yang mulai tingi menyebabkan kondisi jalan semakin parah. Selain itu, kendaraan berat yang melintas juga menyebabkan kondisi jalan bertambah parah.
 
Kardi, salah seorang pengemudi kendaraan roda empat yang melintas menyampaikan, bahwa kondisi jalan diwilayah setempat cepat rusak lantaran air menggenangi sejumlah ruas jalan.
 
“Segera butuh perbaikan, karena ada gorong-gorong yang ambles sehingga menutup saluran air dan air meluap kejalan,” ungkapnya, kemarin.
 
Sementara salah seorang warga setempat, Widi menuturkan, kondisi kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung sekitar dua tahun. Dimana kondisi kerusakan jalan terjadi mulai dari Pujiwaluyo hingga Trisnomaju.
 
“Kami berharap kondisi jalan diwilayah kami ini bisa segera diperbaiki agar transportasi bisa berjalan dengan lancar,” harapnya. (cw1/esn)
BAGIKAN