Buruh Nyaris Tewas, PT. San Xiong Steel Bergeming

381

KATIBUNG – Idris (38) buruh PT. San Xiong Steel Indonesia warga Dusun Suka Bandung Desa Tarahan Kecamatan Katibung jadi korban keempat yang terendus media pada 2017 – 2018. Ia dilarikan ke Rumah Sakit Imanuel lantaran terkena luka bakar pada bagian dada dan wajah, Minggu (11/2) sekitar pukul 09.00 WIB.

Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, Idris mengalami kecelakaan fatal usai dirinya tersiram cairan besi panas yang menyembur dari tungku perusahaan pelebur besi di KM 22 – 23 Desa Tarahan Kecamatan Katibung. Akibat tak dilengkapi safety yang memadai Idris terpaksa menerima resiko luka bakar yang nyaris merenggut nyawanya.

Kejadian yang menimpa Idris dibenarkan oleh Ketua Forum Serikat Buruh Karya Utama (FSBKU) Lamsel Alex. Dikatakannya informasi yang ia terimabahwa korban saat ini berada di RS. Imanuel Bandar Lampung. “Ya, saya belum sempat menjenguk korban,” ujarnya saat dihubungi wartawan koran ini, Senin (12/2) kemarin.

Serikat Buruh San Xiong (SBSX) kata Alek sudah meminta agar perusahaan pelebur besi itu dinonaktifkan sementara, sebelum manajemen membentuk Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3).

“Intinya sama dengan tuntutan sebelumnya, rekan-rekan dari SBSX minta agar statusnya (PT. San Xiong Steel ‘red) dinonaktifkan sementara. Sampai P2K3 dibentuk, kalau tidak ya korban akan kembali bermunculan. Ini sudah kali keempat dalam tiga bulan terakhir,” ungkapnya.

Sementara Anggota Komisi D DPRD Lamsel Akbar Gemilang mendesak agar manajeman perusahaan segera menyikapi serius kecelakaan kerja yang menimpa warga Katibung. Sebab kata Akbar PT. San Xiong Steel seperti bergeming dengan banyaknya korban luka bakar yang menimpa buruh.

“Pada saat reses beberapa waktu lalu memang sudah saya sarankan baik dari Pemerintah Desa Tarahan atau Pemerintah Kecamatan Katibung untuk memanggil PT. San Xiong Steel terkait safety karyawan. Tetapi belum sempat pertemuan direalisasikan sudah ada lagi korban warga Dusun Suka Bandung Desa Tarahan,” sebut Akbar, Sore kemarin.

Politisi dari Fraksi Golkar ini bahkan mengultimatum PT. San Xiong Steel Indonesia untuk berbenah. Sebab selama ini 300 buruh diperusahaan tersebut masih terancam keselamatan kerjanya.

“Kasihan warga Katibung, apalagi buru divisi pelebur besi dan crane, yang sangat riskan terjadi kecelakaan. Harus ada tindakan serius bila perlu ditutup dahulu. Maka dalam tempo dua hari ini pertemuan dengan perusahaan akan kami upayakan, kalau toh perusahaan tak mau ke desa atau kecamatan maka dewan yang akan memanggilnya,” paparnya.

Terpisah, HRD PT. San Xiong Steel Matalia mengaku sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit saat dikonfirmasi Radar Lamsel. Matalia berdalih safety karyawan sudah diterapkan termasuk pada Idris yang tengah menjadi korban.

“Safety sudah kami terapkan, tetapi memang resiko kecelakaan yang bekerja dibagian tungku memang cukup tinggi,” sebut dia melalui sambungan telepon.

Ditanya lebih jauh soal kualitas sefety dan pembentukan P2K3? Matalia berdalih akan kembali mengonfirmasi. Sebab katanya ia sedang menjenguk korban di RS. Imanuel Bandar Lampung. “Putus-putus nanti dikonfirmasi lagi,” singkatnya.

Pada 30 November 2017 silam, dua karyawan atas nama Ikhsanudin (33) dan Tubagus (35) warga Desa Neglasari Kecamatan Katibung, menderita luka bakar 75 persen akibat terkena cairan besi panas saat bekerja.

Disisi lain, Wakil Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto bersama Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Lampung Selatan Sahlani menjenguk korban kecelakaan kerja PT. San Xion Steel, di Rumah Sakit Imanuel Bandar Lampung, Senin (12/2) malam.

Kepada Radar Lamsel, orang nomor dua di Kabupaten Bumi Khagom Mufakat itu mengatakan, bahwa menurutnya kecelakaan kerja ini sangat luar biasa karena menyangkut nyawa pekerja itu sendiri. Dan kalau dilihat dari kelengkapan keselamatan kerja (K3) sangat memprihatinkan. “Kami sangat prihatin dengan kejadian yang menimpa Pak Idris, semoga beliau cepat diberikan kesembuhan,” katanya.

Oleh karena itu, Nanang berencana besok (hari ini`red) akan turun ke lapangan bersama dinas terkait untuk melihat langsung bagaimana sebenarnya pekerjaannya itu, izinnya seperti apa dan kenapa bisa sampai menyebabkan kecelakaan besar begitu.

“Korban kecelakaan kerja kok sudah berkali-kali hingga setiap bulan ada. Semoga kejadian ini bisa dijadikan pembelajaran juga untuk perusahaan tersebut. Yang jelas kami besok akan bertindak cepat,” pungkas dia. (ver/dms)

BAGIKAN