Burung Jadi Ancaman Petani Padi di Sragi

39

SRAGI – Meningkatnya  populasi burung pipit menjadi ancaman bagi petani padi di Kecamatan Sragi. Pasalnya burung pipit yang hinggap pada taman padi dalam jumlah besar memakan buah padi yang belum di panen.

Eko Casroni (50), salah satu petani Desa Sukapura mengatakan, burung pipit menjadi hama utama pada saat musim gadu yang mengancam petani. Pasalnya, jika dibiarkan  burung pipit akan memakan buah padi yang berumur satu minggu dan  itu akan mengurangi hasil penen.

“Burung pipit selama ini menjadi ancaman pada saat musim gadu seperti ini. Kalau lahan padi tidak ditunggu, buah padi bisa habis dimakan burung,” kata Eko kepada Radar Lamsel, Rabu (6/11).

BACA :  Forsekdes Sragi Diskusi Penyusunan RPJMDes dan RKPDes

Eko menerangkan, meningkatnya pupulasi burung pipit  di Kecamatan Sragi pada saat musim gadu disebabkan pada daerah lain sudah usai masa panen sehingga burung pipit banyak bermigrasi. “Dearah lain sudah penen, akibatnya banyak burung berpindah untuk mencari makan disini,” terangnya.

Hal senada juga amini oleh Juminto (47) petani desa Kuala Sekampung. Menurutnya, ia harus berjaga dilahan padi setiap pagi dan sore hari untuk mengusir burung. “Jam 5 pagi dan jam 4 sore harus dijaga. Kalau dipasang boneka sawah dan awer-awer saja tidak cukup burung pipit sudah tidak takut lagi,” ucapnya.

BACA :  Manfaatkan Pekarangan Sebagai Kebun Sayuran

Untuk mengatasi hama tersebut, ia mengharapkan ada bantuan pemerintah untuk memasang perangkap jaring. Pasalnya jika dibiarkan hama burung pipit tersebut bisa menyebabkan penurunan hasi panen.

“Tidak perna ada bantuan kalau soal hama burung, entah memang tidak dianggap hama. Harapan kami pemerintah terkait dapat memeberikan bantuan perangkap jaring untuk mengusir burung,”  tutupnya. (vid)

BAGIKAN