Bus Putra Sulung Masuk Jurang, Dua Orang Tewas

4625
Idho Mai saputra – Kepala Bagian Operasional Jasa Raharja Provinsi Lampung Uray Shiedqie didampingi Petugas Jasa Raharja Perwakilan Kalianda M. Kamil meninjau salah seorang korban lakalantas tunggal yang menimpa bus Po. Putra Sulung, di RSUD dr. Bob Bazar, SKM Kalianda, Rabu (6/1).

BAKAUHENI – Dua orang tewas seketika dan puluhan orang penumpang bus Po. Putra Sulung lainnya luka-luka setelah peristiwa kecelakaan tunggal yang terjadi di Dusun Gubuk Seng, Desa Hata, Kecamatan Bakauheni, sekitar pukul 23.30 WIB, Selasa (5/1) malam.
Kecelakaan tunggal tersebut diduga kuat terjadi akibat kelebihan muatan (over kapasitas) bus dengan nomor polisi BG 7092 YA ini. Sehingga, sang sopir tidak bisa mengendalikan kendaraannya hingga terperosok ke jurang dengan kedalaman sekitar 75 meter.
Korban meninggal diketahui bernama M. Rafli Afana (7) warga OKU dengan luka memar pada dada dan Mr. X (anonim) yang mengalami luka robek di kepala dan memar di dada. Keduanya meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara 31 orang penumpang lainnya mengalami luka-luka dan sedang dalam perawatan tenaga medis.
Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, bus tersebut berjalan dari arah Pelabuhan Bakauheni menuju Bandarlampung. Setelah tiba di Jalinsum kilometer 81-82 Desa Hata, bus berhenti di badan jalan karena diduga tidak kuat menanjak jalanan yang terjal. Kemudian, kendaraan tersebut berjalan mundur dan akhirnya masuk ke dalam jurang.
Kepala Satlantas Polres Lamsel AKP Mubiarto SIK menerangkan, dua orang tewas seketika dan 31 orang penumpang lainnya mengalami luka-luka. Pihaknya menduga kejadian tersebut karena kelebihan kapasitas penumpang.
“Ini laka tunggal akibat kelalaian sopir. Karena, muatan maksimal bus hanya 28 orang sekaligus sopir dan kondektur. Sementara isi bus itu 33 orang penumpang, belum lagi ditambah barang bawaan yang tidak semestinya,”terang Mubiarto melalui sambungan telepon, kemarin.
Pihaknya masih memburu sopir yang diduga kabur akibat ketakutan. “Kami yakin sang sopir akan menyerahkan diri. Karena, kondekturnya mengalami luka-luka,”imbuhnya.
Jajaran Satlantas Polres Lamsel juga telah berkoordinasi dengan Tim Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Lampung dan Kabupaten Lamsel untuk bersama-sama mendalami kasus tersebut. Sehingga, akan dapat disimpulkan siapa yang mesti bertanggungjawab dalam peristiwa naas tersebut.
“Tim dari perhubungan provinsi tadi juga sudah turun langsung. Kami juga belakangan ini menyiagakan petugas di Jalinsum. Apa saja kendaraan yang melanggar dan berpotensi mengakibatkan kecelakaan akan kami tindak. Mengingat saat ini cuaca sedang kurang bersahabat dijalan,”lanjutnya.
Para korban kini mendapatkan perawatan di dua rumah sakit. Yakni, di RSUD dr. Bob Bazar SKM kalianda dan di Puskesmas Bakauheni.
Sementara itu, Kepala Bagian Operasional Jasa Raharja Provinsi Lampung Uray Shiedqie mengatakan, pihaknya telah menjamin seluruh korban kecelakaan di dua tempat pelayanan kesehatan tersebut. Sementara untuk satu korban meninggal, telah dibayarkan santunannya melalui Jasa Raharja Cabang OKU.
“Kita masih menunggu identitas korban meninggal yang satu lagi. Karena tidak ada identitas saat dia bepergian. Kalau saja ada keluarga korban yang mencari, akan memudahkan kita dalam memproses asuransinya. Sementara korban luka-luka semuanya sudah kami jamin, baik yang di rumah sakit maupun puskesmas,”singkat Uray kepada Radar Lamsel. (idh)

BACA :  Kerajinan dan Olahan Khas Lamsel Tampil di Jawa Tengah
BAGIKAN