Cegah Bullying dan Hoaxs, Dinas PPPA Satroni Sekolah

215
GEDONGTATAAN – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Pesawaran memiliki strategi sendiri untuk menyosialisasikan bahaya narkoba, bullying dan tidak menyebarkan hoaks. Ya, pembinaan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas PPPA Pesawaran melalui kegiatan upacara bendera di sekolah menengah pertama (SMP).
“Saya berkirim surat kepada kepala sekolah agar  diberikan kesempatan untuk menjadi pembina upacara pada hari Senin ( Upacara Bendera,Red),” ungkap Kepala Dinas PPPA Pesawaran, Binarti Bintang Senin (17/12).
Menurutnya pelaksanaan penyuluhan kepada pelajar khususnya SMP dirasakan lebih efektif melalui kegiatan upacara dengan menjadia pembina upacara. Dimana waktu yang dialokasikan untuk memberikan penyuluhan  sekitar 25 menit.
 
“Ada 6 SMP yang sudah saya datangi, secara kontinyu program ini akan saya teruskan,” ucapnya.
Tidak hanya bahaya pengaruh narkoba, bullying dan hoaks, pihaknya juga memberikan penyuluhan tentang human traficking, sosial media dan lainnya. Dimana dipilihnya anak-anak SMP menjadi segmen dalam penyuluhan tersebut dikarenakan usia anak-anak yang duduk di bangku SMP dinilai sangat labil.
“Kita memanfaatkan peluang yang ada sehingga tidak sampai mengganggu kegiatan belajar mengajar peserta didik. Mengapa anak-anak SMP, karena diusia mereka ini masih sangat rentan sehingga diperlukan pembinaan secara inten,” ujarnya.
Lebih jauh Binarti menambahkan, kedepan pihaknya akan menggandeng Himpsi (Himpunan Psikologi), BNN, Polres dan Dinas terkait. Dimana tidak hanya penyuluhan melainkan setiap sekolah nantinya akan mengirimkan perwakilan untuk mendapatkan pelatihan dan pembinaan.
“Bisa juga kita gandeng PIK remaja dan mungkin nanti mereka yang diberikan pembinaan dan pelatihan dapat dijadikan duta anak yang dapat menularkan ilmu dan wawasan tentang bahaya narkoba, bullying dan hoaks kepada rekan-rekannya,” pungkasnya. (Esn)
BACA :  SDN 4 Babatan Memprihatinkan
BAGIKAN