Curah Hujan Tinggi, Nelayan Meliburkan Diri

70

RAJABASA – Peningkatan curah hujan yang terjadi wilayah perairan Kabupaten Lampung Selatan membuat para nelayan di Kecamatan Rajabasa gigit jari. Mereka dipaksa berlibur melaut karena kondisi cuaca yang tak bersahabat.

Kondisi ini membuat kehidupan nelayan di Desa Waimuli Timur dan Kunjir sedikit tersendat. Mereka dipaksa memutar otak agar mampu bertahan dalam kondisi yang sudah akrab melanda wilayahnya setiap tahun.

Sohirul (27), adalah salah satu nelayan yang memilih meliburkan diri. Dia mengatakan, air laut pasang yang disertai ombak deras menjadi faktor yang menyebabkan dirinya dan nelayan setempat libur melaut.

“Kami tidak mau mengambil resiko yang besar,” katanya saat ditemui Radar Lamsel dilokasi penambatan perahu di Desa Waimuli Timur, Rabu (7/11/2018).

Besarnya resiko yang akan diterjang membuat para nelayan di desa ini mencari jalan keluar lain untuk mengais rezeki. Seperti yang dilakukan oleh Nawi (42), nelayan lainnya, yang lebih memilih memancing ketimbang memaksa melaut.

“Hasilnya tidak besar, lumayanlah buat nyukupin uang dapur sehari-hari. Daripada merenung dan nunggu, kalau begitu kita malah enggak dapat hasil,” katanya.

Dia mengatakan, melaut pada kondisi curah hujan yang tinggi hanya akan menghabiskan tenaga saja. Menurut dia, hal itu juga membuang waktu dan biaya operasional.

“Ditambah, hasil tangkapan kadang tidak sesuai dengan biaya yang sudah dikeluarkan. Kalau memang mau, sekarang ini menjaring di tepi-tepi laut dangkal saja. Tapi tidak ada resikonya,” katanya. (rnd)

BAGIKAN