Dari Tertinggal, Rulung Sari Optimis Jadi Desa Mandiri

135
Kepala Desa Rulung Sari Bambang Tri

NATAR – Meski baru berusia lima tahun, Desa Rulung Sari, Kecamatan Natar mampu bersaing dengan desa-desa yang sudah lama berdiri bahkan telah melampaui capaian desa lain.

Gebrakan pertama Pemerintah Desa Rulung Sari tentu saja pembangunan balai desa yang sangat asri dan strategis sehingga menjadi contoh bagi desa lain dalam menciptakan lingkungan kerja yang nyaman.

Sebagai desa pemekaran dari Desa Rulung Helok, desa yang dilalui oleh Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ini sudah menunjukkan banyak kemajuan bahkan sebelum adanya program Dana Desa (DD). 

Kepala Desa Rulung Sari Bambang Tri mengatakan, keberhasilan dirinya dalam mengelola pemerintahan desa tidak lepas dari peran aktif masyarakat dalam setiap kegiatannya. “Prinsip gotong royong yang masih dipegang erat oleh warga sangat membantu kami dalam menjalankan pemerintahan desa,” ungkapnya. 

BACA :  Distribusi Logistik Pemilu ke PPS Belum Rampung 100 Persen

Bambang menambahkan, mayoritas warganya merupakan petani sehingga setiap tahun selalu ada pembangunan jalan yang memudahkan petani untuk mengangkut hasil tani. “Semua pembangunan kami arahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani, utamanya akses jalan agar ada kemudahan dalam mengangkut hasil tani,” tuturnya.

Kinerja Kades Rulung Sari dalam merealisasikan DD 2018 lalu juga perlu mendapat apresiasi, apalagi 100 persen DD bisa diserap untuk pembangunan infrastruktur serta pemberdayaan masyarakat. “Alhamdulillah realisasi DD berjalan dengan baik, apa-apa yang kami bangun memang sangat dibutuhkan warga,” ucapnya.

BACA :  Desa Pemanggilan dan Hajimena Dinyatakan ODF

Desa yang memiliki visi memperbaiki dan menambah sarana-prasarana yang dibutuhkan untuk meningkatkan SDM melalui pendidikan ini juga terpilih sebagai desa yang mewakili Kecamatan Natar dalam lomba desa tingkat Kabupaten Lampung Selatan. “Kepercayaan mengikuti lomba desa merupakan hasil jerih payah masyarakat juga yang sangat mengutamakan gotong royong,” terangnya.

Bambang mengaku sangat optimis desa yang dipimpinnya bisa mendapat status desa mandiri, karena sudah memenuhi semua persyaratan. “Kami sangat yakin, dari desa tertinggal bisa menjadi desa mandiri,” pungkasnya. (Adv)

BAGIKAN