DBD Diduga Renggut Nyawa Warga Harabanjarmanis

0

Direktur RSUD : Ilham Meninggal Bukan Karena DBD, tetapi Sepsis

KALIANDA – Demam Berdarah Dangue (DBD) mewabah di Desa Hara Banjar Manis, Kecamatan Kalianda. Sedikitnya empat orang terjangkit penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk aedes agepty ini.

Dari empat korban yang terkena penyakit DBD itu, satu korban meninggal dunia. Ia adalah Ilham (16) putera dari Bahrum (50) meninggal pada Minggu (16/7) sekitar pukul 12.00 WIB. Sementara tiga korban lainnya adalah Ayu (23) kakak dari korban meninggal dunia,Ibu Ismail (40) dan anaknya yang masih berusia 10 tahun. Ketiga korban ini sudah diizinkan pulang kerumah setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Bob Basar Kalianda.

Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, Ilham meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar Kalianda akibat DBD. Sementara Ayu (23) kakak kandung korban juga dijangkit DBD sejak tiga hari yang lalu.

Din (40) tetangga korban membenarkan perihal DBD yang tengah mewabah di Dusun tersebut. Dikatakannya, ada empat warga yang diserang DBD. “Sebelum Ilham dan kakaknya sudah ada Ibu Ismail dan anaknya juga terkena DBD, tapi sudah sembuh,” kata dia kepada Radar Lamsel, Minggu (16/7) kemarin.

Din mengatakan, sejak sepekan terakhir memang penyakit tersebut tengah membuat resah warga lingkungan sekitar. Pasalnya selain mudah mewabah DBD dikenal rawan menelan korban.

“Di Banjar Punggawa ini sudah hampir seminggu diserang DBD, tapi kalau Ilham dan kakaknya baru tiga hari yang lalu dirawat di RSUD Bob Bazar,” urainya.

Sementara kakak korban Ayu sudah terlihat berada dipemakaman adiknya siang kemarin. Padahal sambung dia, Ayu masih kelihatan kurang sehat. “Tadi kami lihat sudah pulang dari RS, mungkin kerana ingin lihat pemakaman adiknya,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Yuliati (35) warga Dusun Banjar Punggawa ini mengaku DBD sudah menjangkit empat warga, sementara belum ada tindakan serius dari instansi terkait menangani hal ini. “Sudah menelan korban, masih belum ada juga tindakan serius,” ujarnya sedikit kesal.

Keluarga korban meninggal akibat DBD masih dalam keadaan berduka, hingga kini belum dapat dimintai keterangan. Pantauan Radar Lamsel rumah korban masih terpampang bendera kuning .

Dibagian lain Kepala Dusun Banjar Punggawa Syahmiril membenarkan jika korban meninggal akibat DBD merupakan warganya. “Ya, Ilham dan Ayu warga kita saya juga baru tahu tadi siang kalau Ilham sudah dikebumikan,” kata dia.

Sejauh ini belum ada tindakan apapun baik dari instansi terkait maupun Pemerintah Desa Hara Banjar Manis. Sementara Kepala Desa Hara Banjar Manis Zulkifli tidak berada di desanya ketika warganya diserang wabah DBD. Bahkan sumber terpercaya Radar Lamsel mengatakan Kades sedang berada diluar kota.

“Kades sudah lama nggak kelihatan, biasanya ke Jakarta nggak tahu ngurusin apa, padahal warganya sedang diserang DBD” ujar Sumber Radar Lamsel.

Sementara itu, Direktur RSUD Bob Bazar dr. Diah Anjarini mengatakan, pasien atas nama Ilham meninggal dunia bukan karena penyakit DBD. Melainkan, pasien menderita penyakit sepsis yang gejalanya mirip dengan DBD.

“Dokter yang menangani sudah kami konfirmasi. Pasien Ilham menderita penyakit sepsis. Yakni, tubuh bereaksi hebat terhadap bakteria atau mikroorganisme lain,”terang Diah saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, kemarin.

Dia menambahkan, penderita sepsis mesti ditangani dengan baik yang berhubungan dengan adanya infeksi oleh bakteri. Bila tidak segera diatasi, lanjutnya, sepsis dapat menyebabkan kematian penderita.

“Tanda dan gejala infeksi ini harus memenuhi paling sedikit dua kriteria dari systemic inflamatory response syndrome (SIRS). Kriteria utama dari SIRS adalah meningkatnya denyut jantung, demam dan meningkatnya bunyi pernafasan,”imbuhnya.

Selain itu, lanjutnya lagi, diikuti juga dengan trombosit yang menurun. “Jadi memang gejalanya mirip dengan DBD,”tutupnya.

Terpisah, Kabid Penanggulangan Penyakit Menular dan Tidak Menular Kristi mengatakan, pihaknya juga baru mengkonfirmasi hal tersebut dengan jajaran RSUD Bob Bazar. “Dari keterangan pihak rumah sakit bukan DBD. Tapi Sepsis,” tulisnya singkat melalui SMS. (ver/idh)

 

Leave A Reply

Copyright © 2017. Radar Lamsel