DBD Serang Warga Bumiagung

695
ILUSTRASI

Direktur RSUD Ingatkan Warga Galakkan 3M plus

KALIANDA – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) mulai menghantui masyarakat Lampung Selatan. Tatu Ayu Nindiya (16), warga lingkungan V Sukajadi, Kelurahan Bumiagung, Kecamatan Kalianda yang terpaksa harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Abdoel Moeloek, Bandarlampung karena terserang penyakit tersebut pekan lalu.

Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, pasien tersebut sebelumnya telah menjalani perawatan di rumah sakit dr. Bob Bazar Kalianda selama dua hari. Karena tak kunjung membaik, keluarga berinisiatif merujuk pasien ke Bandarlampung.

“Saya sudah trauma dengan penyakit ini (DBD’red). Saya punya pengalaman pahit. Nyawa anak saya pernah direnggut. Saya tidak mau kecolongan lagi. Saya ambil langkah cepat supaya bisa ditangani lebih baik,” kata TB. Muktar, ayah pasien kepada Radar Lamsel melalui sambungan telepon, kemarin.

BACA :  Komisi IV : Sistem Daring Demi Kesehatan Anak

Dia mengaku kecewa dengan para tenaga medis di RSUD dr. Bob Bazar Kalianda karena lamban dalam mendiagnosa pasien. Sebab, selama dua hari dirawat anaknya hanya didiagnosa terserang penyakit febris atau demam.

“Pengalaman yang membuat saya yakin kalau anak saya ini DBD. Tapi saya bersyukur, anak saya sudah lewat masa kritis dan mulai membaik,”imbuhnya.

Dirinya berharap pemerintah bisa mengambil langkah cepat agar DBD tidak menyebar dilingkungannya. Sebab, selain anaknya ada beberapa warga lain yang diduga memiliki gejala penyakit yang mirip.

“Kalau bisa, lingkungan kami di fogging. Supaya nyamuk DBD bisa mati. Sehingga, kami tidak khawatir lagi dan tidak ada korban karena penyakit berbahaya ini,”tutupnya.

Terpisah, Kepala RSUD dr. Bob Bazar dr. Diah Anjarini menegaskan, sejauh ini belum ada laporan dari jajarannya mengenai pasien yang terserang DBD. Menurutnya, hasil laboratorium belum bisa mendiagnosa pasien yang dirawat sebelum tiga hari.

BACA :  Idhamsyah Jabat Ketua MKKS SMA

“Mungkin diagnosa kemarin baru demam. Karena, pengecekan laboratorium untuk trombosit baru bisa terbaca pada hari ke tiga sampai empat. Tapi, akan saya cek dulu ke bawah,”kata Diah melalui sambungan telepon, kemarin.

Pihaknya akan langsung berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk penanganan lebih lanjut penemuan kasus DBD tersebut. Sehingga, bisa dilakukan langkah kongkret untuk membasmi wabah penyakit yang bisa mematikan tersebut.

“Kita akan langsung koordinasi dengan Dinkes. Supaya, puskesmas bisa melakukan PE. Dari hasil itu, akan disimpulkan apakah harus di fooging atau tidak. Kami, tidak bosan untuk menghimbau warga melakukan 3M plus,”pungkasnya. (idh)