Dekat Pemukiman, Kandang Ayam di Desa Waysari Disoal

217
Foto Ilustrasi

NATAR – Sejumlah warga di Desa Waysari, Kecamatan Natar mengeluhkan keberadaan kandang ayam broiler atau ayam potong yang terlalu dekat dengan pemukiman warga. 

Kandang ayam yang letaknya tidak lebih dari 1 kilo meter dengan pemukiman warga itu selalu menjadi buah bibir ketika panen ayam tiba. Warga disekitar kandang akan merasakan dampaknya seperti jumlah lalat yang ratusan memasuki rumah. 

Rohmad (45) warga setempat mengatakan, kandang ayam yang berjumlah belasan unit tersebut sudah lama berdiri dan semuanya terletak didekat pemukiman warga. “Kami sudah sering mengingatkan agar lokasinya jauh dari pemukiman warga, setidaknya 2 atau 3 kilometer dari rumah warga,” ucapnya.

BACA :  Alamsyah Jabat Camat Natar, Gantikan Koharudin

Ia menambahkan, pemilik peternakan bisa terdampak hukum jika tidak mengindahkan keluhan masyarakat tersebut. “Membangun peternakan di sekitar pemukiman warga hingga mengakibatkan polusi suara maupun polusi udara yang meresahkan merupakan pelanggaran aturan dan dikualifikasi sebagai Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Perbuatan tersebut menimbulkan sejumlah kerugian baik materil, maupun non materiil. Oleh karenanya, dapat digugat atas dasar PMH,” paparnya.

BACA :  Winarni Ajak Masyarakat Jaga Silaturahmi

Andi (37) warga lainnya mengatakan, warga tidak mempermasalahkan bisnis apa yang dibangun oleh pengusaha atau peternak namun dampak yang ditimbulkan tidak merugikan dirinya dan keluarga. “Ya sangat merugikan, apalagi kalau lagi panen pasti banyak lalet dirumah saya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kades Waysari Supriono membenarkan keluhan warga tersebut, dirinya bahkan sudah mengingatkan pengusaha untuk mendengarkan keluhan warga. “Kalau keluhan warga tidak direspon apa boleh buat, kami akan mencabut izinnya,” pungkas dia. (kms) 

BAGIKAN