Dendi : Festival Sangrai Kopi Harus Jadi Awal Kemajuan Industri Pangan Pesawaran

247

WAYLIMA – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menghadiri Festival Budaya Sangrai Kopi bersama band ‘Debu’ di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Way Lima, Kamis (23/8) kemarin. Ajang tersebut diharapkan menjadi awal pembuka kemajuan dunia industri di Kabupaten Andan Jejama ini.

Dalam sambutannya, potensi kopi di Desa Tanjung Agung Kecamatan Way Lima dan Kecamatan Kedondong sangat berlimpah. Dia berharap dapat dijadikan sebagai usaha ekonomi berkelanjutan yang dapat menopang perekonomian warga sekitar.

“Dengan potensi kopi di desa yang secara terus menerus bisa dijadikan usaha kerakyatan di tengah masyarakat. Di setiap desa di Kecamatan Way Lima banyak mempunyai potensi tidak hanya bidang perkebunan tetapi olahan makanan dan produk lainnya juga banyak. Namun belum terkespose secara maksimal,” ungkap Dendi saat membuka kegiatan tersebut.

Produk kopi di Desa Tanjung Agung, imbuhnya, harus mempunyai ciri khas dan karakter rasa dibanding dengan kopi lainnya. Sehingga, mampu menjadikan sebuah icon dan mengangkat kopi asal Tanjung Agung.

Terlebih, jika produk olahan kopi terasebut dapat dikombinasikan dengan teknologi dan cita rasa di era modern. “Pada dasarnya, kita dulu yang harus mencintai produk kita. Seperti kopi ini, kalau tidak dicintai masyarakat bagaimana dunia luar akan mengetahui,” tandasnya.

Dendi berharap, kedepannya Kecamatan Waylima dan Kedondong memiliki pusat pasar atau gerai yang menjual berbagai produk unggulan asal dua kecamatan tersebut. Pasalnya, jalan raya Kedondong merupakan akses alternatif   menuju pariwisata pesawaran di wilayah pesisir serta jalur terdekat menuju Bandara Radin Inten II melalui wilaya Kecamatan Way Ratai.

Lebih lanjut Ketua Karang Taruna Lampung ini menambahkan, jalur Way Lima dan Kedondong kedepan akan lebih hidup dengan adanya gerai tersebut. Sehingga, wisatawan yang akan berkunjung ke destinasi wisata di Pesawaran akan melalui jalur Way Lima dan bisa menambah daya tarik tersendiri.

“Nanti kopi dan coklat atau kakao bisa disandingkan. Kita sudah ada produk coklat sachet yang bisa diminum anak-anak. Selain itu kita sudah ada produk kocok (Kopi coklat), tinggal nanti formula rasanya harus disempurnakan lagi supaya lebih memiliki ciri khas,” lanjutnya.

Semebtara itu, Kepala Desa Tanjung Agung, Subhan mengatakan, festival budaya sangrai kopi dimaksudkan untuk melestarikan kembali kearifan lokal yang ada di wilayah tersebut.

“Karena saat ini sudah tidak terdengar lagi ditengah masyarakat soal kopi diaini. Kami ingin membuktikan bahwa Pesawaran salah satu komoditi andalan adalah kopi. Selain itu bisa meningkatkan ekonomi masyarakat,” timpal Subhan.

Dia melanjutkan, kedatangan grup band Debu datang merupakan atas permintaan mereka yang tertarik dengan olahan kopi dan gula durian. “Mudah-mudahan kerja sama dengan Debu kopi dapat meningkatkan dan geliat perekonomian masyarakat di Desa Tanjung Agung dan Pesawaran,” tutupnya. (idh)

BAGIKAN