Dendi Instruksikan Disdikbud Peka Soal Sekolah di Kepulauan

580
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona

GEDONGTATAAN-Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengintruksikan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pesawaran untuk segera menginventarisir persoalan pada tingkat sekolah dasar. Khusunya sekolah yang terletak di Dusun VI Tanjung Jaya, Pulau Tegal, Desa Gebang, Kecamatan Teluk Pandan.

“Inventarisir dulu sama Kadis pendidikan-nya, kalau memang mereka harus sekolah di darat, maka disekolahkan di darat,” ungkap Dendi Ramadhona kemarin.

Dikatakannya, beberapa persoalan yang harus diinvetarisir jika siswa-siswi akan dipindahkan kesekolah yang ada didaratan  diantaranya fasilitas  tranportasi dan kendala lainnya.

“Dari transportasinya apakah sudah layak apa belum, sehingga mereka nantinya akan terhambat jadwal masuk sekolahnya. Harus ditemukan titik kendalanya. Atau dari sisi SDM nya yang tidak mau mengenyam pendidikan lebih awal. Karena kan, usia 14 tahun, baru duduk di kelas satu atau kelas dua,”ucapnya.

Sebelumnya, minimnya infrastruktur dan sarana prasarana sekolah dasar di Dusun VI Tanjung Jaya Pulau Tegal, Desa Gebang, Kecamatan Telukpandan turut mengundang simpati anggota Komisi IV DPRD Pesawaran. Sehingga berharap pemerintah Pesawaran turut memperhatikan kondisi sekolah tersebut dan mencarikan solusinya.

“Tentunya hal seperti itu saya yakin masih banyak terjadi di Pesawaran. Harapan kita bersama bupati yang baru, dapat dibenahi satu-persatu. Karena pendidikan dasar sembilan tahun adalah harga mati. Jangan sampai di zaman sudah canggih seperti ini, tetapi masih ada yang nggak bisa baca tulis. Kan miris kalau seperti itu,”ungkap Anggota Komisi IV DPRD Pesawaran, Umroni kemarin.

Menurutnya, dalam reses III yang digelar oleh anggota DPRD Pesawaran dari Dapil IV pada Selasa (04/10) lalu di Aula Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan terungkap permasalahan pendidikan yang terjadi di Pulau Tegal tersebut. Untuk itu, persoalan sekolah dasar di Pulau Tegal menjadi salah satu atensi yang nantinya akan dibawa pada reses yang agendanya akan dimulai pada Senin (3/10) nanti.

“Persoalan ini juga menjadi atensi kita. Kalau siswanya sedikit, bisa dimerger dengan sekolah terdekat. Tetapi, karena itu berada di kepulauan, maka termasuk pengecualian karena letaknya tidak memungkinkan bergabung dengan sekolah yang didarat. Selain itu  kalau memungkinkan dapat diperbaiki bangunannya dan ada tanah di wilayah itu yang dapat dihibahkan, kita akan dorong dinas terkait untuk membangun sekolah disana,”jelasnya. (esn)

BAGIKAN