Depresi, Juru Parkir Nekat Gantung Diri

842

PALAS – Supeno (60), warga Dusun Banyuwangi, Desa Bumi Daya, Kecamatan Palas ditemukan tewas dalam kondisi tergantung di gubuk area persawahan Dusun Sidorahayu, Desa Bumidaya, Sabtu (21/4) pagi.

Kepala Desa Bumidaya Dudi Hermana mengatakan, korban ditemukan oleh  petani yang hendak menyemprot padi di persawahan Sidorahayu pukul 06.00 WIB dan langsung melapor kepada aparat desa.

“ Dari situ aparat desa bersama warga langsung mengecek lokasi dan mendapati korban dengan tubuh tergantung dipalang kayu  gubuk,”  kata dia saat ditemui di kediamannya.

Supeno yang sehari-hari berprofesi sebagai juru parkir di Puskesmas Rawat  Inap Bumidaya nekat mengahiri hidupnya dengan gantung diri lantaran kondisi ekonomi. “Korban selama ini bekerja sebagai juru parkir di Puskesmas dan ia juga kerap tidur di Puskesmas. Sejak bercarai dengan istrinya korban sering merantau menacari kerja,” ucapnya.

BACA :  Patok PAD Tinggi, Dewan: OPD Tanggungjawab!

Sementara itu, Kapolsek Palas Iptu Budi Purnomo mengatakan, atas peristiwa tersebut pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan pemeriksaan luar (VER) kepada korban.

“ Tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan. Dari hasil  pemeriksaan luar terdapat bekas jeratan pada leher korban dengan lidah menjulur mengeluarkan air liur,” tuturnya.

BACA :  Gandeng Media untuk Naik Great KLA 2020

Selain itu, lanjut Budi, pada kelamin korban telah mengeluarkan cairan sperma dan anus mengeluarkan faces (kotoran). Dari TKP pihaknya menemukan tali tambang berwarna biru yang digunakan untuk gantung diri dan sendal jepit milik korban.

Dari hasil keterangan keluarga korban, Budi mengatakan, korban nekat menghabisi nyawanya sendiri karena depresi lantaran kondisi ekonomi dan permasalahan hidup.

“Korban nekat bunuh diri karena depresi. Dari keterangan pihak keluarga,  korban selama ini belum memiliki perkerjaan yang layak.  ” pungkasnya. (Cw1)

BAGIKAN