Dihantui Hama dan Banjir, Harga Udang Vaname Merosot

210
David Zulkarnain – Petani sedang memanen udang vaname di Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi. Memasuki tahun 2019 harga udang vaname kian merosot, Selasa (19/3).

SRAGI – Memasuki awal tahun 2019, sejumlah petani tambak udang vaname di Desa Bandaragung, Kecamatan Sragi kembali menjerit. Hal tersebut disebabkan harga udang dari Januari hingga saat ini terus merosot.

          Berdasarkan informasi, pada Januari lalu harga per kilogram udang vaname turun menjadi Rp 52.000 dari harga sebelumnya Rp 62.000 perkilogram. Bahkan hingga saat ini harga udang yang menjadi komoditi utama perairan Kecamatan Sragi itu anjlok diangka Rp 46.000 perkilogram.

          Arjun (20), salah salah satu pemuda yang baru menjajaki dunia budidaya udang vaname mengatakan, dalam tiga bulan terakhir harga udang vaname terus merosot. Untuk udang size 100, dari harga Rp 62.000 turun menjadi Rp 46.000 per kilogramnya.

BACA :  Sragi Sukeskan Peringatan HUT RI Ke 74

          “Saya baru dua kali menanam udang di tambak. Namun tidak pernah dapat harga bagus. Panen kali ini saja harga Rp 46.000. Tidak dapat untung, bahkan rugi,” kata Arjun kepada Radar Lamsel, Selasa (19/3).

          Arjun menerangkan, selain masalah harga yang kian merosot, yang menjadi keluhan petani hingga saat ini masih maraknya penyakit white sindrom (WS) yang masih mendera wilayah pertambakan setempat.

          “Lebih lagi yang menjadi keluhan petani banyak udang yang mati akibat penyakit WS. Belum lagi ancaman banjir saat musim hujan saat ini,” tuturnya.

          Hal senada juga diungkapkan oleh Iskandar (46) petani tambak lainnya diwilayah itu. Menurutnya harga udang saat ini tidak lagi sebanding dengan biaya operasional dan pakan. “Harga sudah tidak sebanding dengan biaya perwatan, petani tidak lagi dapat untung. Bahkan banyak yang rugi karena biaya pakan yang mahal,” ungkapnya.

BACA :  Keberatan Warga Dikenai Pungutan Janggolan

          Kepala Desa Bandaragung, Samsul juga mengamini dengan adanya keluhan masayarakatnya itu. Ia mengharapkan pemerintah ikut andil untuk menstabilkan harga udang di tingkat petani.

          “Petani terus dicekik dengan harga murah. Padahal untuk ekspor harga udang masih stabil. Harapan kami pemerintah terkait dapat berperan untuk menstabilkan harga udang di tingkat petani saat ini,” harapnya. (vid)

BAGIKAN