Dinas Lingkungan Hidup Minta Perbaikan Jalan Menuju TPA Taman Sari

359

GEDONGTATAAN – Dinas Lingkungan Hidup Pesawaran berharap agar dinas terkait dapat menganggarkan perbaikan jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Taman Sari, Kecamatan Gedongtataan.

“Kita sudah koordinasi dan berkirim surat agar dinas PU dapat menganggarkan perbaikan jalan menuju TPA Taman Sari,” ungkap Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup, Makmun mewakili Kepala Dinas Sopyan Agani, Kamis (15/11)

Dikatakan, apalagi memasuki musim hujan, mobil tidak bisa keluar dari lokasi TPA. Selain jalan masih onderlag dan tanjakan, ditambah lokasi pelabuhan TPA masih tanah.

“Kalau hujan, mobil gak berani masuk ke TPA. Karena gak bisa keluar lagi dari lokasi. Karena sudah sering kepater, bahkan dengan kondisi tersebut, malah membuat pengeluaran membengkak. Ban mobil sampah sering rusak, karena sering selip dan kepater di tebing,” ucapnya.

BACA :  Hampir Separuh Agen e-Waroeng di Pesawaran Belum Miliki Mesin EDC

Selain peningkatan akses jalan di wilayah TPA, pihaknya juga berharap ada penambahan armada pengangkut sampah rumah tangga. Dimana saat ini, baru 3 armada truk yang ready untuk mengangkut sampah rumah tangga yang diperkirakan dalam sehari mencapai 8 ton.

“Idealnya kita ada 5 armada, mengingat pertumbuhan perumahan semakin pesat. Secara otomatis, produksi sampah semakin banyak. Kita berharap ada penambahan armada untuk mengangkut sampah rumah tangga di wilayah Pesawaran,” jelasnya.

Terpisah Kepala Bidang Penyehatan Lingkungan Perumahan Mahendra Syah mewakili Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Pesawaran, M.Zaini mengatakan peningkatan infrastruktur jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Taman Sari ditarget rampung akhir tahun ini.

BACA :  Personil Polsek Gedongtataan Rutin Laksanakan Gatur Pagi

“Untuk jalan menuju tempat pembuangan sampah di TPA Taman Sari lagi mulai titik nol. Dan penananganannya itu rigid beton,” paparnya.

Dikatakan, peningkatan jalan tersebut menelan anggaran sekitar Rp 1,6 miliar. Dimana penanganan akses jalan sekitar 700 meter rigid beton tersebut dilaksanakan dalam dua tahap.

“Tahap pertama sebesar Rp 600 juta sudah mulai titik nol. Dan sisanya Rp 1 miliar lagi proses lelang, dan minggu-minggu ini insya Allah sudah kontrak,” pungkasnya. (Rus)

BAGIKAN