Dinas PU Lamsel Paling Disorot

953
Iwan J Sastra – Badan anggaran (Banang) DPRD Lamsel membahas LPj Bupati Lamsel tahun 2015 bersama sejumlah SKPD di ruang Banggar DPRD Lamsel, Kamis (4/8) kemarin.

KALIANDA – Badan Anggaran (Banang) DPRD Lampung Selatan kembali melanjutkan pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) APBD tahun 2015 kemarin.
Setelah sempat tertunda lantaran agenda DPRD yang mengikuti bimbingan teknis, pembahasan LPj kemarin lanmgsung dimulai dengan menyorot kinerja dan LPj Dinas Pekerjaan Umum (DPU).
Bahkan satuan kerja yang belum memiliki Kepala Dinas definitif ini tak henti-hentinya disorot anggota Banang. Mulai dari urusan tidak tercapaian pendapatan asli daerah (PAD) dari penyewaan alat berat sampai pembangunan jalan poros dan gedung olahraga (GOR) yang berada didepan Dinas Perhubungan Lamsel.
Sorotan Banang memang cukup beralasan. Wakil rakyat ini menilai DPU seharusnya dapat memaksimalkan potensi PAD dari penyewaan alat berat. Namun faktanya dari target sebesar Rp 75 Juta setahun hanya terealisasi sebesar Rp 62 Juta.
“Kalau Rp 62 Juta, dari penyewaan dumtruck saja sudah beres. Bagaimana dengan alat-alat berat yang lain?,”tanya anggota Banang Sutan Agus Triendy dalam pembahasan kemarin.
Senada dengan Sutan. Anggota Banang Jenggis Khan Haikal menyorot realisasi pembangunan jalan poros yang dinilai tak berkualitas. Politisi Partai Demokrat ini mengungkap bahwa berdasarkan hasil peninjauan lapangan pembangunan jalan poros masih ditemukan sejumlah ruas jalan yang bolong.
“Karena persoalan ini kami minta DPU tidak tutup mata. kami minta agar DPU untuk menahan dulu dana retensi-nya rekanan sebelum mereka melakukan perawatanan jalan poros yang dikerjakan itu,” pinta Jenggis.
Pembangunan GOR yang berada didepan Dishub Lamsel juga disorot. Anggota Banang Andi Apriyanto mempertanyakan realisasi anggaran tambahan sebesar Rp 5 Miliar yang dikucurkan Pemkab Lamsel untuk menyelesaikan pembangunan fasilitas olahraga tersebut.
“Saat porprov saya mencermati GOR ini sudah digunakan untuk pertandingan. Tapi kok sekarang tidak digunakan lagi? Malah proses pembangunannya juga belum juga selesai sampai sekarang. Padahal, tahun kemarin (2015’red) ada suntikan dana sebesar Rp5 miliar untuk melanjutkan pembangunan stadion tersebut,” tanya Ketua Fraksi PKD DPRD Lamsel ini.
Mendapat banyak sorotan itu, Sekretaris DPU Lamsel Destrinal mengungkapkan tidak tercapainya target PAD dari bidang penyewaan alat berat disebabkan semua alat berat yang dimilik DPU sudah usang.
Selain itu, banyak alat berat yang tidak disewakan. Tetapi justru dipergunakan untuk membantu kegiatan Pemkab Lampung Selatan. Salah satunya guna mendukung kegiatan lomba desa.”Karena usang kami sulit untuk mencapai PAD khusunya dari bidang penyewaan alat berat,” terang Destrinal.
Terkait jalan pembangunan jalan poros, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) DPU Lamsel Aflah angkat bicara. Dia mengaku tidak begitu khawatir sebab pihak rekanan tetap akan menempatkan para pekerja-nya di lapangan guna memperbaiki jalan poros yang rusak sampai habis masa perawatannya.
Terkait GOR, DPU Lamsle mengakui pembangunannya belum selesai. Pemicunya karena kurangnya anggaran untuk pembangunan GOR tersebut.
Sementara dana suntikan sebesar Rp5 miliar yang diperoleh pada tahun 2015 hanya cukup untuk membeli atap dan almunium composite panel (ACP) eksterior, serta peralatan lainya.
“Dana yang Rp5 milyar itu diperuntukkan membeli atap dan ACP serta peralatan lainya, dan sudah terpasang. Memang belum semuanya terpasang, karena dananya masih kurang. Tapi di tahun 2016 ini rencananya akan dianggarkan sebesar Rp8 miliar untuk melanjutkan pembangunan stadion mini tersebut,” ungkap Nyoman, mantan Kabid Cipta Karya DPU Lamsel. (iwn)

BACA :  Satu Dewan Millenial, 10 Persen Dominasi Kaum Hawa
BAGIKAN