Dinas PUPR Akan Gandeng Tenaga Ahli Tangani Banjir

183

 

GEDONGTATAAN – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pesawaran (PUPR) akan menggandeng pihak ketiga atau tenaga ahli guna membuat kajian menyeluruh terkait solusi mengatasi permasalahan banjir dari hulu ke hilir. Pasalnya, agar tidak terjadi banjir, penyelesaian harus dilaksanakan dari hulu ke hilir.

“Permasalahan banjir ini sangat komplek, terutama di kabupaten Pesawaran yang dikelilingi beberapa sungai besar. Sehingga kalau banjir tidak serta merta titik itu yang segera kita tangani,” ungkap Sekretaris Dinas PU PR Zainal Fikri mewakili Kepala Dinas PUPR Elsyafri Fahrizal, kemarin.

Dikatakan, setalah pihaknya melakukan investigasi pasca banjir beberapa waktu lalu bahwa penyelesaian atau solusi dalam mengatasi masalah banjir tidak dilakukan pada saat kondisi panik. Artinya banjir di padangcermin akibat meluap sangai Nabang maka dititik itu yang ditangani.

“Tidak seperti itu juga solusinya. Harus ditangani dari hulu ke hilir. Sehingga kita butuh dukungan dari tenaga ahli yang mampu melakukan kajian dari hulu sampai ke hilir,” jelasnya.

Kajian tersebut nantinya lanjut mantan kepala Bidang Bina Marga Dinas PU ini, memuat tentang penyebab banjir. Sehingga akan diketahui secara menyuluruh penanganan apa yang paling tepat untuk dilakukan guna mengatasi permasalaan banjir yang kerap terjadi.

“Harus terperinci dengan jelas melalui suatu kajian. Sehingga, kedepan termasuk kebutuhan anggarannya pun sudah dapat diestimasi,” ujarnya.

Tidak hanya itu, penanganan  pasca terjadinya banjir yang selama ini memang dilaksanakan oleh tim reaksi cepat atau tim tanggap darurat bencana, alangkah baiknya jika disetiap organisasi perangkat daerah (OPD) memiliki standar operasional prosedur (SOP) dalam melakukan penanangan.

“Baiknya, harus ada SOP disetiap OPD yang ada. Yakni siapa dan melakukan apa yang begerak secara sistematis. Misal terjadi banjir, BPBD berbuat apa, Dinas PUPR berbuat apa begitu juga dengan OPD lainnya,” imbuhnya.

Lebih jauh Fikri menambahkan setiap tahun Kabupaten pesawaran menjadi langganan bencana banjir. Untuk itu kajian secara menyuluruh harus segera dilaksanakan untuk mengkaji permasalahan banjir dan mencari solusi infrastruktur apa yang paling tepat untuk dibangun.

“Jangan sampai kita bangun infrastruktur namun tidak memiliki efek solusi. Artinya gagal dalam mencari solusi atau penanganannya. Tentunya hal itu tidak kita inginkan, atau akan sia-sia penanganan banjir. Mudah-mudahan dalam waktu dekat segera kita lakukan kajian secara menyeluruh bersama tenaga ahli,” pungkasnya. (Esn)

 

 

BAGIKAN