Dinsos Dukung Akurasi Statistik BPS

171
Kepala Dinas Sosial Lamsel Dulkahar

KALIANDA – Penghasilan informasi berbasis referensi geo spasial yang diinisiasi Badan Pusat Statistik (BPS) mendapat respon positif dari Dinas Sosial (Dinsos) Lamsel.

Kepala Dinas Sosial Lamsel Dulkahar, AP. M.Si, mengatakan, bila sistem dan aplikasi sudah terintegrasi maka informasi berbasis referensi geografis dapat berguna juga untuk urusan sosial.

“ Macam-macam sensus yang dilakukan oleh BPS kan berbeda-beda, ada pemetaan pemutakhiran data ada pendataan jumlah miskin ada pendataan jumlah rumah dan KK, itu artinya setiap pendataan datanya dapat dijadikan acuan,” kata Dulkahar kepada Radar Lamsel, Senin (25/3).

Karenanya, sambung Dulkahar, BPS yang dikabarkan sudah meneggodok ratusan petugas untuk mulai melakukan pemetaan diharapkan benar-benar akurat dan tepat sehingg data yang dihasilkan bisa dipertanggungjawabkan.

BACA :  Satlantas Benahi 150 Rambu-rambu

“ Termasuk data sosial, pertanian dan perekonomian, semua bisa diinformasikan dengan akurat oleh karena itu apa yang diinstruksikan oleh BPS kepada para petugas untuk dijalankan dengan baik. Sebab ini menyangkut data dan akurasi,” sebut dia.

Mantan Kepala Dinas PMD Lamsel ini menegaskan pembaharuan pemetaan Wilkerstat itu dilangsungkan dalam sepuluh tahun sekali. Sehingga ketika salah dalam melakukan pendataan dapat berimbas pada 10 tahun kedepan.

“ Ada banyak contoh data yang tidak akurat yang ditemukan dilapangan terutama data penduduk miski. Walaupun ini judulnya pemetaan Wilkerstat namun kita semua optimis petugas statistik cermat dalam menjalankan misi ini,” tandasnya.

BACA :  Seorang Peserta Pawai Obor Terbakar

Diberitakan sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung Selatan akan menerjunkan 404 petugas pemetaan dan pemutakhiran wilayah kerja statistik (Wilkerstat) untuk Sensus Penduduk (SP) tahun 2020, mulai 22 April – 22 Mendatang.

Kegiatan yang berlangsung setiap sepuluh tahun sekali itu bertujuan untuk menyusun peta wilayah kerja SP 2020.  Selain itu juga untuk mendapatkan kerangka induk yang mutakhir, dan mendukung kebijakan satu peta Indonesia.

“ Persiapan SP 2020, kami telah melatih sebanyak 404 petugas yang akan disebar di 17 kecamatan se-Lamsel. Para petugas itu sudah mulai digembleng sejak 17 Maret sampai 28 Maret,” ujar Kepala BPS Tri Kuntjoro. (ver)

BAGIKAN