Diskusi Publik Jadi Alat ‘Sharing’ SMSI

33
Ketua SMSI Lamsel, Vivo Trialito.

KALIANDA – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lampung Selatan bakal mengadakan diskusi publik. Dalam pelaksanaannya nanti, SMSI akan mengundang semua kalangan untuk mengisi topik pembicaraan. Mulai dari pejabat, tokoh, dan elemen masyarakat di bumi Khagom Mufakat.

          Ketua SMSI Lamsel, Vivo Trialito, mengatakan setiap narasumber yang diundang diberi kesempatan untuk memaparkan program dan capaian kerjanya. Menurut Vivo, diskusi publik ini akan membuka ruang bagi pejabat yang bersangkutan dalam menyampaikan hasil kerjanya kepada masyarakat.

Tak hanya itu, Vivo mengatakan topik pembicaraan itu bisa saja meluas ke hal lain. Salah satunya program yang harusnya dikerjakan oleh pejabat tersebut. Diskusi publik, menurut Vivo, juga akan membuka ruang bagi pejabat untuk mengevaluasi program-program selanjutnya.

BACA :  Sepakat Menolak, 11 Ormas Siap Aksi Damai

          “Bisa meluas, kan ada pertanyaannya juga. Mungkin lebih ke sharing, seperti itu,” kata Vivo kepada Radar Lamsel, Selasa (22/10/2019).

Diskusi publik yang digelar di kantor SMSI Lamsel itu, lanjut Vivo, akan dilaksanakan seminggu sekali. Menurut Vivo, waktu sepekan akan cukup menyediakan waktu bagi pejabat yang diundang. Mereka bisa menyusun pemaparan kinerja yang dicapai, termasuk persoalan lain yang harus dilakukan.

Vivo menjelaskan, pejabat dan elemen masyarakat yang diundang adalah mereka yang memiliki pengaruh besar. Seperti Forkopimda, kepala dinas, kepala desa, penggiat literasi, penggiat wisata, dan sebagainya.

BACA :  SDN 2 Tajimalela Di-merger Tahun Ini

”Bisa, orang-orang yang berpengaruh. Yang bisa membawa dampak positif, karena ini diskusi publik. Dan yang menjadi sasaran adalah mereka yang berkegiatan positif,” katanya.

Lebih jauh, Vivo mengatakan bahwa kegiatan diskusi publik ini akan mulai digulirkan pada Kamis (24/10/2019). Dan akan terus dijalankan.

“Ini merupakan kegiatan pamungkas SMSI Lamsel dalam menyajikan informasi yang bisa diakses secara luas oleh masyatakat mengenai banyak hal,” katanya. (rnd)

BAGIKAN